IHSG Lompat 1,4%, Asing Net Sell Rp 2,63 Triliun
Jakarta, EWFpronews - Perkembangan terbaru seputar IHSG Lompat 1,4%, Asing Net Sell Rp 2,63 Triliun menarik perhatian investor. Tim riset EWF Praxis merangkum informasinya sebagai berikut:
Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang IHSG Lompat 1,4%, Asing Net Sell Rp 2,63 Triliun yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
IHSG yang tercatat sempat melesat 2,2% dan nyaris menyentuh level 7.500 pada awal perdagangan, harus puas memangkas penguatan dan tersisa 1,41% atau naik 103 poin ke 7.440,91 pada akhir sesi kedua.
Artikel Terkait yang Direkomendasikan
- Baca Juga: Shopee Cuan Rp9,76 T Berkat Transformasi Logistik dan Pengiriman Instan (10 Mar 2026)
- Baca Juga: Danantara Guyur Program Hunian MBR di Lahan Lippo, Tahap Awal Rp16 T (10 Mar 2026)
- Baca Juga: Video: 5 Bank Himbara Rilis Kinerja Positif di 2025 (10 Mar 2026)
- Baca Juga: Pengusaha Ini Mendadak Jadi Orang Terkaya Gegara Aluminium (10 Mar 2026)
- Analisis Lengkap: surat berharga dalam Harga surat berharga Mentok Rp1, Emiten Ini Mau Private Placement (10 Mar 2026)
Sebanyak 534 surat berharga naik, 190 turun, dan 93 tidak bergerak.
Di posisi kedua terdapat surat berharga Bank Rakyat Tanah Air (BBRI) yang mencatatkan jual bersih asing sebesar Rp437,5 miliar.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1733811845679-0'); });
Selanjutnya, surat berharga Petrosea (PTRO) dilepas asing sebesar Rp186,1 miliar, disusul Bakrie & Brothers (BNBR) sebesar Rp166,4 miliar.
surat berharga telekomunikasi pelat merah Telkom Tanah Air (TLKM) juga tak luput dari aksi jual asing melalui nilai mencapai Rp123 miliar.
Selengkapnya, berikut 10 surat berharga dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Selasa (10/3/2026):
- PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) – Rp559,3 miliar
- PT Bank Rakyat Tanah Air (Persero) Tbk (BBRI) – Rp437,5 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) – Rp186,1 miliar
- PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) – Rp166,4 miliar
- PT Telkom Tanah Air (Persero) Tbk (TLKM) – Rp123 miliar
- PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) – Rp100,5 miliar
- PT Bank Negara Tanah Air (Persero) Tbk (BBNI) – Rp92,3 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp90,4 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) – Rp79,9 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – Rp74,1 miliar
Baca: Danantara Guyur Program Hunian MBR di Lahan Lippo, Tahap Awal Rp16 T
Indeks Harga surat berharga Gabungan (IHSG) balik menguat pada perdagangan kemarin usai anjlok tajam sehari sebelumnya.
IHSG Lompat 1,4%, Asing Net Sell Rp 2,63 Triliun Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById("copyurl"); const notif = document.querySelector(".notif"); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove("opacity-0"); notif.classList.add("opacity-100"); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(".notif").forEach((el) => { el.classList.remove("opacity-100"); el.classList.add("opacity-0"); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener("click", () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 717848, idkanal : 17 }; var baseurl = 'https://www.cnbcindonesia.com/market/20260311042044-17-717848/ihsg-lompat-14-asing-net-sell-rp-263-triliun'; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($('.EWF-share-top')) shareBox.countComment($('.count-komentar')); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, EWF Praxis 11 March 2026 07:05 Foto: Ilustrasi IHSG (EWF Praxis/ Tri Susilo)
DKI Jakarta, EWF Praxis — Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) besar di pasar surat berharga domestik pada perdagangan Selasa (10/3/2026).
Secara keseluruhan, nilai jual bersih asing mencapai Rp2,626 triliun di seluruh pasar.
Sejumlah surat berharga unggulan di sektor perbankan dan energi masuk dalam daftar surat berharga yang paling banyak dilepas oleh investor global.
Berdasarkan data perdagangan, surat berharga Duta Pertiwi (DUTI) menjadi emiten melalui net foreign sell terbesar yakni Rp559,3 miliar.
Nilai transaksi mencapai Rp 19,16 triliun, melibatkan 336,26 miliar surat berharga dalam 2,03 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar terkerek menjadi Rp 13.338 triliun.
Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat melalui kenaikan terbesar dicatatkan oleh energi dan barang baku, sedangkan hanya sektor infrastruktur dan teknologi yang tercatat melemah .
Sejumlah emiten yang tercatat menjadi penggerak utama kinerja IHSG termasuk DSSA, BRMS, BBCA, BMRI dan BYAN.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video EWF]
var relatedVideos = JSON.parse('[{"pageUrl":"https://cnbcindonesia.com/market/20260210124949-19-709811/video-ojk-masalah-pasar-modal-ri-kemarin-tidak-terjadi-tiba-tiba","embedUrl":"https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/709811?comscore=off","time":174,"title":"Video: OJK: Masalah Pasar Modal RI Kemarin Tidak Terjadi Tiba-Tiba","animatedUrl":"","imageUrl":"https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/02/10/ojk-masalah-pasar-modal-ri-kemarin-tidak-terjadi-tiba-tiba-1770705522819_169.png"}]'); Next Article Asing Terciduk Lego 10 surat berharga Ini Kala IHSG Menguat
Analisis mendalam tentang IHSG Lompat 1,4%, Asing Net Sell Rp 2,63 Triliun akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan penanaman modal.
The post IHSG Lompat 1,4%, Asing Net Sell Rp 2,63 Triliun appeared first on PT. Equityworld Futures Cabang Manado.
Sumber: Artikel Asli | Telah diadaptasi untuk EWFpronews
📍 Kantor Cabang Equity World Futures
*Kantor cabang resmi Equity World Futures di seluruh Indonesia
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli/menjual aset tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.



