Kontras! BBCA Diobral Asing, BBRI-BMRI Diburu
Jakarta, EWFpronews - Perkembangan terbaru seputar Kontras! BBCA Diobral Asing, BBRI-BMRI Diburu menarik perhatian investor. Tim riset EWF Praxis merangkum informasinya sebagai berikut:
Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Kontras! BBCA Diobral Asing, BBRI-BMRI Diburu yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Di sisi lain, dalam fase risk-on bisa terlihat kurang agresif dibanding peers.
Artikel Terkait yang Direkomendasikan
- Baca Juga: OJK Panggil Mandiri Tunas Finance Soal Kekerasan Debt Collector (25 Feb 2026)
- Baca Juga: Direktur Pemasaran Emiten Udang Kaesang (PMMP) Mengundurkan Diri (25 Feb 2026)
- Baca Juga: Emiten Prajogo Pangestu Caplok 2 Perusahaan Jasa Pelabuhan (25 Feb 2026)
- Baca Juga: Sentul City (BKSL) Umumkan Bebas dari Gugatan Pailit (25 Feb 2026)
- Analisis Lengkap: surat berharga dalam Video: Berburu Cuan, Ini Deretan surat berharga Syariah Pilihan di Ramadan (25 Feb 2026)
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video EWF]
var relatedVideos = JSON.parse('[{"pageUrl":"https://cnbcindonesia.com/market/20260115124857-19-702634/video-bri-bayar-dividen-interim-rp-206-triliun","embedUrl":"https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/702634?comscore=off","time":58,"title":"Video: BRI Bayar Dividen Interim Rp 20,6 Triliun","animatedUrl":"","imageUrl":"https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/15/bri-bayar-dividen-interim-rp-206-triliun-1768458699154_169.png"}]'); Next Article BBCA Ditinggal Asing! sedangkan BMRI dan BBRI dalam periode ini dipersepsikan memiliki momentum pertumbuhan kredit yang lebih agresif, sehingga menarik minat investor yang mencari exposure terhadap akselerasi siklus.
Sementara itu, pendekatan BBCA yang lebih konservatif dan berfokus pada kualitas aset sering kali menghasilkan stabilitas jangka panjang,
BBCA Diobral Asing, BBRI-BMRI Diburu Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById("copyurl"); const notif = document.querySelector(".notif"); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove("opacity-0"); notif.classList.add("opacity-100"); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(".notif").forEach((el) => { el.classList.remove("opacity-100"); el.classList.add("opacity-0"); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener("click", () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 713423, idkanal : 17 }; var baseurl = 'https://www.cnbcindonesia.com/market/20260224134942-17-713423/kontras-bbca-diobral-asing-bbri-bmri-diburu'; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($('.EWF-share-top')) shareBox.countComment($('.count-komentar')); }, 1000 ); }); mkh, EWF Praxis 24 February 2026 14:51 Foto: Ilustrasi pasar modal Efek Nusantara (EWF Praxis/Andrean Kristianto)
Jakarta Raya, EWF Praxis — Nasib PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kontras melalui bank jumbo lain, seperti PT Bank Rakyat Nusantara (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Saat dana asing mulai kembali mengalir ke dua bank pelat merah tersebut, BBCA malah tercatat sebagai emiten dengan net foreign sell terbesar pada periode 1-23 Februari 2026.
Net sell asing di emiten bank milik grup Djarum itu mencapai Rp 4,16 triliun.
Faktor penyebabnya adalah ada rotasi portofolio investor asing.
"Ada kemungkinan investor melakukan rotasi dari surat berharga bervaluasi tinggi dan mencari peluang di surat berharga dengan valuasi lebih menarik," katanya kepada EWF Nusantara, Selasa (24/2/2026).
Selain itu, investor juga mengantisipasi pembagian dividen. yang mengakibatkan Harga surat berharga kedua bank pelat merah itu masing-masing naik 9,44% dan 2,36%.
Managing Director Solstice Nusantara Handiman mengatakan bahwa perbedaan nasib di antara bank jumbo itu terjadi
"Ketika terjadi penyesuaian alokasi EM atau outflow dari dana global, surat berharga melalui kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi seperti BBCA sering menjadi sumber likuiditas utama untuk dilepas," katanya.
Sebagai informasi, tekanan jual asing mulai mereda pada bulan kedua 2026. Hingga 23 Februari 2026 asing tercatat melakukan pembelian Rp 100,91 triliun dan penjualan Rp 104,31 triliun.
Alhasil net foreign sell pada periode 1-23 Februari 2026 mencapai Rp 3,39 triliun.
Pada bulan sebelumnya, net foreign sell mencapai Rp 9,3 triliun.
Dampak dari hal tersebut adalah paling terdampak," katanya.
Senada, analis Doo Financial Futures Lukman Leong juga mengatakan bahwa BBCA memiliki bobot besar dalam indeks global serta tingkat kepemilikan asing yang tinggi. akibat "Bobot BBCA sendiri adalah yang terbesar di indeks MSCI, mencapai 25%-27%
Akan tetapi perlu dicatat bahwa total nilai transaksi asing juga turun drastis.
Terpisah, Senior Vice President, Head of Retail, Product Research & Distribution Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi mengatakan bahwa BBCA secara historis diperdagangkan pada level valuasi yang premium dibandingkan peers.
"Dalam fase tertentu, ketika investor global melakukan penyesuaian portofolio, surat berharga melalui valuasi lebih tinggi cenderung menjadi sumber likuiditas untuk realokasi ke surat berharga yang dinilai memiliki ruang lebih besar," katanya.
Selain itu, ada persepsi terhadap profil pertumbuhan dan strategi ekspansi kredit.
Pada periode yang sama BBCA turun 1,37% ke level 7.300.
Sementara itu, BMRI dan BBRI mencatat net buy Rp 2,12 triliun dan Rp 468,6 miliar.
Sebagaimana diketahui imbal hasil dividen bank-bank pelat merah bisa mencapai 7%-9%, sedangkan BBCA hanya kisaran 3%.
Baca:Badai Global Hantam Kripto, Awal Kejatuhan Panjang Bitcoin?
Handiman jujga menambahkan bahwa potensi downgrade pasar modal Nusantara oleh MSCI dan downgrade outlook perbankan oleh Moody's memberikan dampak terbesar ke BBCA.
Emiten yang mampu mendekati nilai net sell tersebut hanya Bumi Resources (BUMI) melalui Rp 3,36 triliun.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1733811845679-0'); });
Aksi jual asing tersebut ikut menekan surat berharga BBCA.
Analisis mendalam tentang Kontras! BBCA Diobral Asing, BBRI-BMRI Diburu akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan alokasi aset.
The post Kontras! BBCA Diobral Asing, BBRI-BMRI Diburu appeared first on PT. Equityworld Futures Cabang Manado.
Sumber: Artikel Asli | Telah diadaptasi untuk EWFpronews
📍 Kantor Cabang Equity World Futures
*Kantor cabang resmi Equity World Futures di seluruh Indonesia
EWFpronews menghadirkan informasi terkini seputar pasar modal dan ekonomi untuk membantu pengambilan keputusan investasi Anda.

Peringatan Risiko: Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi investasi dana. Trading futures dan instrumen keuangan lainnya mengandung risiko tinggi yang dapat mengakibatkan kerugian sebagian atau seluruh modal Anda. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi dana.
Informasi lebih lanjut:
Baca Juga:

