Asing Balik Arah, Ramai-Ramai Borong Saham Ini
BERITA TERKINI | Asing Balik Arah, Ramai-Ramai Borong Saham Ini - Pada 23 February 2026, pasar keuangan Indonesia diramaikan dengan berita mengenai Asing Balik Arah, Ramai-Ramai Borong Saham Ini. Berikut ulasan selengkapnya:
Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Asing Balik Arah, Ramai-Ramai Borong surat berharga Ini yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.
Seiring melalui aksi beli asing tersebut, surat berharga SUPA naik 9,38% pekan lalu.
Artikel Terkait yang Direkomendasikan
- Baca Juga: Begini Cara Membersihkan Nama dari SLIK OJK atau BI Checking (22 Feb 2026)
- Baca Juga: Tertarik Punya Alfamart Sendiri, Segini Biaya dan Balik Modal 2026 (22 Feb 2026)
- Baca Juga: Duit Warga RI Dimaling Rp 9,1 Triliun, Setiap Hari 1.000 Orang Teriak (22 Feb 2026)
- Baca Juga: 5 Ciri Utama Golongan Warga Kelas Bawah, Ada di Kamu? (22 Feb 2026)
- Baca Juga: Video: Penuhi Tren Kaum Urban Gen Z, Bisnis Coliving Makin Ramai (22 Feb 2026)
Selengkapnya, berikut 10 surat berharga dengan net foreign buy terbesar:
- PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) – Rp 626 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp 620,2 miliar
- PT Bank Rakyat Nusantara (Persero) Tbk (BBRI) – Rp 611,9 miliar
- PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) – Rp 488,4 miliar
- PT Super Bank Nusantara Tbk (SUPA) – Rp 361,9 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) – Rp 340,3 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR) – Rp 273,9 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) – Rp 181,6 miliar
- PT Adaro Andalan Nusantara Tbk (AADI) – Rp 158,5 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) – Rp 110,9 miliar
Baca: Purbaya Paksa Sapu Bersih surat berharga Gorengan, Pernah Bikin Bangkrut Massal
Sementara itu, Indeks Harga surat berharga Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu naik 0,72% atau 59,49 poin ke level 8.271,77.
Total nilai beli asing (foreign buy) mencapai Rp20,335 triliun, sementara nilai jual (foreign sell) sebesar Rp18,263 triliun, melalui total transaksi Rp38,598 triliun.
Aksi akumulasi terbesar terjadi pada sejumlah surat berharga unggulan lintas sektor, terutama perbankan dan manufaktur.
Impack Pratama Industri (IMPC) menjadi surat berharga dengan net foreign buy terbesar, yakni Rp 626 miliar.
Pekan sebelumnya domestik menyumbang 68% dan asing 32% melalui catatan asing membukukan net sell.
(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video EWF]
var relatedVideos = JSON.parse('[{"pageUrl":"https://cnbcindonesia.com/market/20260130133057-19-706725/video-msci-kompas-investor-dalam-arus-modal-global","embedUrl":"https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/706725?comscore=off","time":362,"title":"Video: MSCI, Kompas Investor Dalam Arus Modal Global","animatedUrl":"","imageUrl":"https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/01/30/speedesk-msci-kompas-investor-dalam-arus-modal-global-1769756951898_169.png"}]'); Next Article surat berharga Lagi Naik Kencang, Asing Diam-Diam Akumulasi
Asing Balik Arah, Ramai-Ramai Borong surat berharga Ini Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById("copyurl"); const notif = document.querySelector(".notif"); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove("opacity-0"); notif.classList.add("opacity-100"); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(".notif").forEach((el) => { el.classList.remove("opacity-100"); el.classList.add("opacity-0"); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener("click", () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 712891, idkanal : 17 }; var baseurl = 'https://www.cnbcindonesia.com/market/20260223054136-17-712891/asing-balik-arah-ramai-ramai-borong-surat berharga-ini'; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($('.EWF-share-top')) shareBox.countComment($('.count-komentar')); }, 1000 ); }); Zefanya Aprilia, EWF Praxis 23 February 2026 07:05 Foto: Ilustrasi exchange Efek Nusantara (EWF Praxis/Tri Susilo)
Jakarta Raya, EWF Praxis — Investor asing mencatatkan net foreign buy Rp2,07 triliun di seluruh pasar dalam periode 18-20 Februari 2026.
IHSG sempat menyentuh 8.376,19 sebagai level tertinggi sepanjang pekan lalu.
Tercatat rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 23,89 triliun, naik 3,02% melalui rata-rata volume 46,99 miliar, naik 3,87%.
Pada pekan lalu, nilai transaksi investor domestik sebesar 73% dan asing 27%.
Rata-rata asing melakukan pembelian di harga 2.031,8.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1733811845679-0'); });
Sepanjang perdagangan pekan lalu, surat berharga IMPC naik 2,58% ke level 2.390.
Akan tetapi sejak awal tahun IMPC telah mengalami koreksi 39,19%, setelah menyentuh harga penutupan tertinggi sepanjang masa (ATH) pada 2 Januari 2026.
Selanjutnya, ada tiga bank yang masuk dalam daftar net buy asing terbesar pekan lalu.
Pertama Bank Mandiri (BMRI) dengan net buy Rp 620,2 miliar dan diikuti oleh Bank Rakyat Nusantara (BBRI) Rp 611,9 miliar.
Kemudian surat berharga bank digital milk Emtek dan Grab, Super Bank (SUPA) mencatat net buy Rp 361,9 miliar melalui harga beli rata-rata 1.089,7.
Analisis mendalam tentang Asing Balik Arah, Ramai-Ramai Borong surat berharga Ini akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.
Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan alokasi aset.
The post Asing Balik Arah, Ramai-Ramai Borong surat berharga Ini appeared first on PT. Equityworld Futures Cabang Manado.
Sumber: Artikel Asli | Telah diadaptasi untuk EWFpronews
📍 Kantor Cabang Equity World Futures
*Kantor cabang resmi Equity World Futures di seluruh Indonesia
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli/menjual aset tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.



