Surabaya

Kota Pahlawan

-

-

-

-

-

-

Jembatan SuraMadu

Suasana Jembatan SuraMadu Dimalam Hari

07 November 2017

Equityworld Futures Pusat : Indeks Saham Saham AS Cenderung Naik Tipis Saat Pembukaan

Equityworld Futures Pusat - Saham
A.S. lebih tinggi pada hari Senin, dengan indeks utama diperdagangkan
pada tingkat rekor karena investor mengarungi pendapatan perusahaan,
berita tentang pembicaraan megamerger antara produsen chip Broadcom dan
Qualcomm dan update mengenai kemajuan tagihan pajak yang dipimpin GOP.

S
& P 500 naik 3 poin atau 0,1% di 2.590, dengan enam dari 11 sektor
utama diperdagangkan lebih tinggi. Saham telekomunikasi paling terpukul,
turun hampir 3% dari laporan bahwa pembicaraan merger antara Sprint dan
T-Mobile telah berakhir. Sektor real estat dan energi memimpin
kenaikan, bagaimanapun, masing-masing naik 1,6% dan 1%.

baca Equityworld
Futures Pusat : Pemerintah Perdana Menteri Theresa May Biarkan Inggris
Jalankan Kebijakan Independennya Setelah Keluar Dari Uni Eropa


Dow Jones Industrial Average diperdagangkan naik 21 poin, atau 0,1% menjadi 23.560.

Sementara itu, Nasdaq Composite Index menguat 23 poin, atau 0,4% menjadi 6.787.

Ketiga indeks utama mencetak tertinggi intraday all-time.

Sumber: marketwatch
news edited by Equityworld Futures Pusat

Equityworld Futures Pusat : Pidato Presiden Donald Trump Yang Menuai Kontroversi Mengenai Perdagangan Jepang Tidak Adil Terhadap AS

Equityworld Futures Pusat
- Dalam pidato khas yang tumpul yang diarahkan pada eksekutif bisnis
Jepang, Presiden A.S. Donald Trump pada hari Senin meminta mereka untuk
memproduksi lebih banyak di Amerika, meratapi "Jepang telah menang"
melawan Amerika Serikat dalam perdagangan selama beberapa dekade.
"Saat
ini, perdagangan kita dengan Jepang tidak adil atau terbuka," kata
presiden saat sarapan yang dihadiri oleh 18 pemimpin perusahaan besar
Jepang dan 9 perusahaan Amerika. "Tapi aku tahu itu akan terjadi."
Trump
meramalkan bahwa tanpa Kemitraan Trans-Pasifik "kita akan memiliki
lebih banyak perdagangan daripada yang pernah dipikirkan orang."
"Saya
tidak mengerti apa yang dia maksud dengan 'tidak adil atau terbuka,'"
kata Morihiro Yomogida, seorang profesor ekonomi di Universitas Sophia
di Tokyo, mencatat bahwa Jepang memiliki beberapa masalah dengan
beberapa kebijakan perdagangan Amerika.

"A.S. juga baru-baru ini
memberlakukan tugas anti-dumping tinggi mengenai impor beberapa produk
baja dan besi dari Jepang. Jadi, saya tidak yakin A.S. selalu adil dalam
perdagangan dengan Jepang," kata Yomogida kepada VOA.
Mantan
Direktur Kantor Urusan Luar Negeri Jepang Kevin Maher mengatakan
"Waktunya tidak matang untuk membicarakan kesepakatan perdagangan bebas
Jepang-AS. Sangat sulit membayangkan orang Jepang akan melangkah lebih
jauh daripada mereka berada di bawah TPP, terutama dalam isu-isu
sensitif seperti pertanian dan mobil. "
Sumber: VOA

news edited by Equityworld Futures Pusat