Surabaya

Kota Pahlawan

-

-

-

-

-

-

Jembatan SuraMadu

Suasana Jembatan SuraMadu Dimalam Hari

09 September 2013

Kritis Berkepanjangan, Melani Disarankan Jalani Suntik Mati

Melani di TSI Bogor (Foto: Arie Yoenianto/Koran Sindo)
Melani di TSI Bogor (Foto: Arie Yoenianto/Koran Sindo)
BOGOR - Kondisi Melani, harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jawa Timur, yang kini menjalani perawatan di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, Jawa Barat, semakin kritis.

Suntik mati atau lazim dikenal dengan euthanasia disarankan untuk mengakhiri penderitaan hewan karnivora itu.

“Kolega di luar negeri menyarankan agar dilakukan euthanasia untuk Melani. Euthanasia akan membantu Melani mempercepat mengakhiri penderitaannya," kata Retno Sudarwati, Manager Satwa TSI Cisarua, Bogor.

Usulan euthanasia, lanjut Retno, didasarkan atas tipisnya harapan hidup Melani dari waktu ke waktu. Gangguan pada pencernaannya akibat pola makan yang salah selama berada di KBS membuat kondisinya sulit membaik.

Harimau berusia 15 tahun itu saat ini berada di Animal Hospital TSI Cisarua, Bogor. Saat dipindahkan dari KBS pada 25 Juni 2013, bobot tubuhnya hanya 45 kilogram. Padahal ukuran ideal si raja rimba seusianya adalah 75 kilogram.

"Organ pencernaannya sudah tidak berfungsi dengan baik. Jika diberi makanan daging, keluar juga masih berupa daging. Ini sudah dialami cukup lama sebelum dirujuk ke Animal Hospital TSI,” jelasnya.

Menurut dia, selama diopaname, Melani mendapat perawatan intensif dan pengawasan 24 jam menggunakan CCTV. Konsumsi bubur daging merah yang dicampur bubur formula menjadikan berat tubuhnya meningkat drastis hingga mencapai 53 kilogram. Namun karena riwayat disfungsi organ pencernaan, Melani menderita diare hingga bobotnya turun lagi menjadi 45 kilogram.

"Kami terus memberikan perawatan yang terbaik untuk Melani agar kualitas hidupnya meningkat. Selain pemberian makanan sehat, terapi dan pemeriksaan darah dilakukan untuk memperbaiki sistem pencernaannya. Meningkatnya kualitas hidup ini akan mengenyampingkan euthanasia yang sering disampaikan kolega di luar negeri," tandasnya.

Melani, subspesies harimau yang habitat aslinya di Pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hingga saat ini. Hewan kebanggaan Indonesia ini termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah (critically endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN.

Ketua Forum Harimau Kita, Dolly Priatna, menyebut, berdasarkan penelitian Global Tiger Initiative 2010 ada 325 ekor harimau liar yang masih ada di alam. Penelitian yang melibatkan ahli statistik itu dianggap cukup akurat untuk mengetahui populasi satwa langka tersebut.

Selain hidup dialam bebas, Harimau Sumatera yang berada dalam penangkaran berjumlah 140 ekor. Hasil pendataan Ligaya Tumbelaka, Studbook Keeper Harimau Sumatera Regional Indonesia, 140 ekor harimau Sumatera itu terdapat di 19 dari 46 kebun binatang di Indonesia

Jejak Raja Hayam Wuruk di Candi Sumber Awan

SUNGAI selebar dua meter dengan menarik perhatian siapapun yang berjalan di tepinya, di sebuah jalan tanah setapak yang hanya bisa dilalui dua orang.

Dasar sungai dari bebatuan dan ikan-ikan kecil tampak lalu lalang menandakan jika air yang mengalir cukup jernih. Sebuah plang bertuliskan Candi Sumber Awan  menunjuk ke arah barat. Beberapa pemuda tampak asik berjalan di tepi sungai yang di sebelah kiri tampak hamparan tanaman padi yang baru ditanam.

Beberapa warga sekitar juga sedang asik berendam di sungai, tak ketinggalan anak-anak kecil juga tengah asik mandi di sungai yang airnya berasal dari sumber mata air di sebelah lokasi Candi Sumber Awan. Sepanjang tahun tak pernah berhenti aliran sumber air yang berasal dari kaki Gunung Arjuna ini.

Di depan sumber, juga ada sebuah bangunan mirip kolam. Beberapa pipa dari besi juga terpasang dari beberapa titik yang disalurkan ke beberapa instansi pemerintah yang berkantor di Kecamatan Singosari.

Setelah berjalan sekira 500 meter, sedikit berbelok ke kanan di tepi hutan pinus tampak sebuah bangunan yang terbuat dari batu andesit, khas bangunan candi. Namun, tidak seperti candi pada umumnya, bangunan Candi Sumber Awan berbentuk stupa dan merupakan satu-satunya candi yang berbentuk stupa di Jawa Timur.

Tak heran jika di depan pagar lokasi candi ada dua plakat nama Candi Sumber Awan dan Stupa Sumber Awan. Lokasi candi ini berada di pinggir hutan pinus yang berada di lereng Gunung Arjuna. Berada di antara kolam yang berasal dari sumber di samping candi. Stupa ini tingginya sekira 2,23 meter dan terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut penuturan juru pelihara candi, Suryadi (52), keberadaan Candi Sumberawan tidak lepas dari kerajaan Majapahit, khususnya di era kepemimpinan Hayam Wuruk. Suryadi menjelaskan, berdasarkan kitab Negarakertagama, Candi Sumberawan diperkirakan dibangun pada abad 14 sampai 15 Masehi, atau pada masa periode Majapahit.

”Iini bisa dilihat dari bentuk batur atau stupa yang ada. Bahkan dari latar belakangnya, bisa dipastikan kalau candi ini dibangun pada kejayaan agama Budha di Indonesia,” kata Suryadi.

Dikisahkan, lokasi Candi Sumberawan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk di tahun 1359 Masehi ketika melakukan perjalanan keliling wilayahnya. Saat itu, kawasan tersebut masih hutan belantara. Hayam Wuruk menemukan beberapa sumber mata air yang memiliki aura tinggi. Karena itu, ia membangun Candi Sumber Awan dan waktu itu dikenal sebagai Kasurangganan atau padepokan. Istilah Kasurangganan sendiri cukup terkenal di Kitab Negarakertagama.

Candi ini ditemukan pertama kali tahun 1904. Saat ditemukan, stupa candi sudah tidak ada. Selanjutnya, pada tahun 1935, dilakukan penelitian oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda yang kemudian dilanjutkan pemugaran pada bagian kaki candi pada tahun 1937. Pemugaran tidak bisa dilakukan dengan sempurna, karena itulah ada beberapa bagian yang direkontruksi secara darurat.

Candi Sumberawan merupakan satu-satunya candi yang berbentuk stupa di Jawa Timur. Pada batur candi yang tinggi terdapat selasar dan kaki candi memiliki penampit pada keempat sisinya. Di atas kaki candi berdiri stupa yang terdiri atas lapik bujur sangkar dan lapik berbentuk segi delapan dengan bantalan Padma. Bagian atas berbentuk genta (stupa) yang puncaknya telah hilang.

Saat renovasi, karena kesulitan dalam perencanaan kembali bagian atas candi, maka bagian tersebut tidak dipasang kembali. Diperkirakan pada puncaknya tidak dipasang payung atau chattra, karena sisa-sisanya tidak ditemukan sama sekali.

Di sekitar lokasi candi juga ada bangunan yang digunakan untuk para pelaku spiritual yang ingin bermalam. Ada dua bilik kamar yang di depannya memancar air yang tak pernah berhenti. Di sebelah barat candi juga ada lokasi sumber mata air yang digunakan sebagai tempat bersuci. Lokasi-lokasi ini juga tak pernah sepid ari beberapa sesajen maupun aroma dupa serta kembang sekar.

Nama-nama Indonesia Yang Sudah Tertera di Langit

Sudah ada beberapa nama Indonesia yang tertera di langit, sebagian adalah nama untuk Planet Minor. Planet minor adalah istilah yang digunakan untuk obyek langit non planet atau komet yang mengitari Matahari. Planet minor pertama yang ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801 yang kemudian dikenal juga sebagai planet katai setelah IAU melakukan redenefinisi terhadap klasifikasi planet di tahun 2006.

Sampai dengan Desember 2010, sudah 257.455 planet minor yang sudah diberi nomor identifikasi / kodifikasi dari 535000 lebih planet minor yang sudah ditemukan.

Dan dari 257.455 planet minor itu baru sekitar 16154 planet minor yang sudah memiliki nama resmi. Di antara ribuan nama tersebut, beberapa di antaranya memiliki nama Indonesia, yang diberikan sebagai penghargaan ataupun pengingat akan suatu tempat dan kejadian.
Nama Asteroid Berdasarkan Nama Mantan Kepala Observatorium Bosscha
Bambang Hidayat dan teleskop Schmidt Bimasakti di awal tahun 1970an


Bambang Hidayat dan teleskop Schmidt Bimasakti di awal tahun 1970an

Pada bulan November 2010, Himpunan Astronomi Internasional atau International Astronomical Union (IAU) memberikan penghargaan bagi dunia astronomi di Indonesia. Empat nama astronom asal Indonesia yang pernah mengelola Observatorium Bosscha di Bandung diabadikan sebagai nama asteroid.

Keempat nama tersebut merupakan nama-nama mantan kepala Observatorium Bosscha yang diberikan oleh IAU sebagai penghargaan kepada Observatorium Bosscha yang merupakan observatorium di Indonesia sekaligus yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan astronomi di langit selatan.

Keempat nama tersebut diberikan pada 4 asteroid yang ditemukan oleh suami istri Cornelis Johannes van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld yang melakukan analisa dari plat fotografi yang diambil oleh Tom Gehrels tanggal 16 Oktober 1977 dalam Palomar – Leiden Trojan Survey.

Penemuan asteroid – asteroid tersebut dilakukan dengan menggunakan teleskop Schmidt 122cm di Observatorium Palomar. Dalam pengamatan tersebut, pemotretan dilakukan dengan menggunakan 68 plat untuk melakukan survei trojan di antara Mars- Jupiter. Di antara planet minor yang ditemukan, 4 asteroid yang diberi nama berdasarkan nama mantan kepala Observatorium Bosscha,

Berdasarkan data di International Astronomical Union yang bisa diakses di Listing of Directories is not Permitted, ada 4 nama asteroid yang menggunakan nama astronom Indonesia dan otomatis juga para mantan kepala Observatorium Bosscha. Keempatnya adalah Asteroid 12176, Asteroid 12177, Asteroid 12178, dan Asteroid 12179.

Asteroid tersebut sebenarnya ditemukan pada tanggal 16 Oktober 1977 dalam program Palomar-Leiden Trojan Survey. Penemunya adalah suami istri Cornelis Johannes van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld.

Berikut empat nama asteroid yang menggunakan nama astronom Indonesia dan otomatis juga para mantan kepala Observatorium Bosscha:

1. Nama astronom Indonesia yang digunakan adalah Bambang Hidayat yang pernah menjabat wakil presiden IAU. Bambang Hidayat adalah promotor astronomi di Indonesia. Ia dikenal dalam pekerjaannya di bidang bintang ganda tampak dan bintang dengan garis emisi H. Ia juga menjadi direktur Observatorium Bosscha di Lembang dari 1968 – 1999 dan menjadi Wakil Presiden IAU dari 1994 – 2000. Berkat tambahan namanya, kini asteroid 12176 disebut 12176 Hidayat/3468 T-3.

12176 Hidayat/3468 T-3

DR. H. Moedji Raharto

2. Selain Bambang, nama Moedji Raharto, seorang astronom Indonesia sekaligus dosen senior di Astronomi ITB. Ia pernah menjabat sebagai kepala Observatorium Bosscha dari tahun 1999 – 2004.

Moedji bekerja dalam bidang Struktur Galaksi berdasarkan katalog Hipparcos dan IRAS-Point Source catalogue. Mantan Kepala Observatorium Bosscha tahun 1999-2004 ini juga digunakan untuk menamai asteroid 12177. Kini, nama asteroid tersebut menjadi 12177 Raharto/4074 T-3.

12177 Raharto/4074 T-3.

3. Sementara, asteroid 12178 kini menjadi 12178 Dhani/4304 T-3, sesuai dengan nama ahli Fisika Matahari Dhani Hendrawijaya yang pernah menjabat sebagai direktur Observatorium Bosscha pada tahun 2004-2006.

Ia dikenal dengan pekerjaannya dalam hal bintang ganda, aktivitas magnetik Matahari dan kaitannya dengan cuaca dan iklim.

12178 Dhani/4304 T-3
4. Terakhir, nama Taufiq Hidayat, direktur Observatorium Bosscha tahun 2006-2010 digunakan untuk menamai asteroid 12179. Sekarang, nama asteroid tersebut menjadi 12179 Taufiq/5030 T-3.

Ia dikenal untuk pekerjaannya dalam bidang Tata Surya dan transit Extrasolar serta aktif menentang efek urbanisasi di sekeliling Observatorium Bosscha. Atau dengan kata lain problematika pembangunan di sekeliling Bosscha yang mengancam keberadaan Bosscha sebagai observatorium penelitian.

12179 Taufiq/5030 T-3

Menurut situs Langitselatan yang dikelola salah satu peneliti di Bosscha, Avivah Yamani, bukan kali ini saja, para astronom di observatorium tersebut mendapat kehormatan dari IAU. Sejak zaman Belanda, para mantan kepala Observatorum Bosscha maupun astronom Indonesia pun digunakan dalam penamaan benda-benda langit.

Asteroid adalah benda yang lebih kecil dari planet tetapi lebih besar dari meteoroid. Asteroid berbeda dengan komet sebab tidak memiliki ekor atau koma. Asteroid pertama yang ditemukan adalah Ceres, pada tahun 1801.

Kambing Lahir Berkepala Dua Gegerkan Warga Grobogan

Anak kambing berkepala dua di Grobogan (Foto: Rustaman N/Sindo TV)
GROBOGAN - Seekor anak kambing berkepala dua yang baru lahir menggemparkan warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Anak kambing itu dianggap membawa berkah dan tidak akan dijual meski ditawar dengan harga tinggi.

Warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, siang tadi digegerkan dengan lahirnya seekor anak kambing berkepala dua milik pasangan suami istri, Mujiyati dan Purwadi. Induk kambing melahirkan dua anak, satu di antaranya terlahir dengan memiliki satu tubuh dengan dua kepala.

Mujiyati dan suaminya mengaku tidak mendapat firasat apa pun sebelum kambingnya melahirkan. Namun induk kambing sempat meronta–ronta seperti kesurupan.

“Panik ketika melihat kambing seperti kesurupan, akhirnya saya tunggui sampai melahirkan,” kata Mujiyati, Senin (24/6/2013).

Kambing berkepala dua itu lahir terlebih dahulu dan disusul anak kambing yang kedua. Melihat fenomena tak lazim itu, Mujiyati berlari memberitahu warga dan suaminya yang sedang di sawah.

Pasutri itu percaya fenomena kambing berkepala dua yang lahir di rumahnya akan membawa berkah bagi keluarga dan warga sekitar. Mereka tidak akan menjual kambing unik ini dan merawatnya hingga besar.

Agar anak kambing hidup sehat, mereka memberi susu sehari tiga kali dan ditempatkan di tempat yang hangat serta terlindung dari gangguan binatang buas.

Harga Kedelai Tinggi, Pengrajin Tempe Akan Mogok Produksi


Pengrajin menyelesaikan proses pembuatan tempe di pabrik pembuatan tempe rumahan di Kawasan Sunter, Jakarta Utara, Jum'at (06/09/2013). Pengrajin tahu dan tempe akan melakukan mogok produksi 9-11 September pekan depan karena tingginya harga bahan kedelai yang saat ini mencapai Rp 8.900 - Rp 10.000 per kilogram atau harga tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Foto:VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Bursa Asia Menguat Seiring Positifnya Data Ekspor China

130604_bursa asiaok.jpg
JAKARTA— Bursa Asia menguat setelah data ekspor China melebihi estimasi.
Indeks Jepang Topix naik 2% pada pukul 09.01 waktu Tokyo atau pukul 07.01 WIB.
Indeks Korea Selatan Kospo naik 0,5%, indeks Selandia Baru NZX 50 naik 0,2%, dan indeks Australia S&P/ASX 200 naik 0,1%.
“Data dari China sedikit menunjukan adanya stabilitas. Bursa cukup kuat sepanjang bulan ini, tetapi kita tetap harus waspada beberapa risiko, salah satunya pengurangan stimulus yang bisa saja dilakukan The Fed,” ujar Mark Lister Head of Private Wealth Research Craigs Investment Partners Ltd, seperti dikutip Bloomberg.
Indeks Topix telah menguat 3,8% pada pekan lalu, performa terbaik di antara bursa negara berkembang.
Saham-saham menguat ditengah optimisme Abe dan Bank of Japan memimpin negara keluar dari deflasi dengan stimulus dan reformasi.
Editor : Nurbaiti

Bursa Eropa: Indeks Stoxx 600 Naik 3%

130729_bursa eropa014.jpg
JAKARTA— Bursa Eropa mencatatkan kenaikan mingguan terbesar lebih dari 4 bulan. 

Hal itu terjadi seiring tingkat pengangguran AS berada pada tingkat terendah dalam 4 tahun, dan pertumbuhan manufaktur melebihi ekspektasi. 

Indeks Stoxx Europe 600 naik 3% ke level 306,1 pada pekan lalu, performa mingguan terbaik sejak 26 April. 

“Semua data terbaru AS yang keluar cukup menguatkan,” ujar David Hussey, Head of European Equities Manulife Asset Management, seperti dikutip Bloomberg. 

Saham Nokia Oyj melonjak 41%, Alcatel-Lucent menguat 22%, sementara saham Ryanair Holdings Plc turun 8%. (ltc) 
Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga

Indeks AS (9/9): Data Pekerja di bawah Prediksi, Dow Jones Turun 0,1%

130724_bursa as baruok.jpg
JAKARTA— Bursa Amerika Serikat (AS) berfluktuasi seiring dengan eskalasi penyerangan Suriah yang membayangi pertumbuhan data pekerja lebih rendah dari perkiraan, dan menghapus kekhawatiran terkait pengurangan stimulus Federal Reserve. 

Indeks S&P 500 naik kurang dari 1 poin ke level 1.655,17 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Adapun Dow Jones Industrial Average turun 14,98 poin atau 0,1% ke level 14.922,50. 

“Kita berada dalam periode dimana pasar akan bereaksi secara cepat terhadap kabar eksternal dari berbagai sumber, baik pasar obligasi, Timur Tengah, ataupun laporan ekonomi,” ujar John Augustine, Chief Market Strategist Fifth Third Bancorp, seperti dikutip Bloomberg. 

Sektor maskapai penerbangan turun 0,9%, saham Mattress Firm Holding Corp anjlok 15%, American Tower Corp naik 4,6%, Lennar Corp dan D.R. Horton Inc naik 1,9%. (ltc)


Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga