Ala Food
combining
Cara
melangsingkan tubuh ada 1.001 macam diet yang bisa kita pilih menjadi
langsing. Namun pola makan serasi yang dikenal dengan nama food
combining kini telah banyak dibicarakan atau dipilih orang. Konon
metode langsing dengan jalan ini lebih disukai karena kita tak perlu
pusing-pusing menghitung asupan kalori.
Di samping itu bobot
tubuh secara alamiah akan turun dengan sendirinya sesuai dengan
keselarasan. Nah, apa sebetulnya food combining itu?
Pada dasarnya
food combining (FC) merupakan pola makan yang diselaraskan dengan
mekanisme alamiah fungsi tubuh manusia.
“Dengan penyelarasan
tersebut, pekerjaan pencernaan akan lebih mudah dan pemakaian energi
lebih efisien,” papar Andang Gunawan dalam seminar Food Combining-
Kiat Sehat dan Langsing Tanpa Diet, di Imperial Country Club Lippo
Karawaci, Tangerang, Sabtu (29/01).
Prinsip FC sebenarnya tak beda dengan pola
makan 4 sehat 5 sempurna, hanya disesuaikan dengan siklus pencernaan
manusia.
Setiap fungsi tubuh mempunyai irama biologis yang jam
kerjanya tetap dan sistematis dalam siklus 24 jam setiap hari.
Siklus tersebut terbagi 3 periode, yakni :
1.
Siklus Pencernaan
Siklus ini berlangsung dari pukul 12.00
sampai pukul 20.00. saat ini merupakan saat tepat untuk menkonsumsi
makanan padat karena selama 8 jam ini tubuh secara aktif bekerja
mencerna makanan. “Itulah sebabnya bila kita tidak makan siang
hari, tubuh merasa lapar karena saat ini tubuh banyak mengeluarkan
energi untuk mencerna,” cetus Andang.
2. Siklus
Penyerapan
Sejak pukul 20.00 – pukul 04.00 tubuh mulai
melakukan penyerapan. Sebagian besar zat makanan yang telah dicerna
dibagikan ke seluruh tubuh. “Pada saat ini kita harus cukup tidur
dan tidak makan lagi supaya energi yang ada pada tubuh betul-betul
digunkan utnuk membagi makanan bukan untuk melakukan aktivitas
tertentu atau mencerna makanan,” saran Andang. Jangan pula
dilupakan, tegas Andang, pada saat ini tubuh juga mengganti sel-sel
yang rusak dengan yang baru. Bila enenrgi terlalu banyak dikeluarkan
untuk mencerna makanan atau melakukan kegiatan lain, maka proses
pembentukan sel baru tidak lagi efisien. Akibatnya, kita menjadi
lelah, kulit kusam, dan penuaan dini pun terjadi.
3.
Siklus Pembuangan
Siklus ini merupakan siklus terakhir,
terjadi antara pukul 4 subuh hingga 12 siang. Pada saat ini paling
banyak dikeluarkan energi. Karena itu alangkah baiknya bila kita
tidak menyantap makanan padat supaya tidak boros energi. Meminum
segelas juice sudah cukup di pagi hari. Dengan begitu kita sudah
membiarkan tubuh untuk melakukan pembuangan secara maksimal.
Ketiga
siklus di atas bukan cuma membuat kita harus memperhatikan kapan
waktu makan yang tepat, tetapi juga keseimbangan asam dan basa (nilai
pH makanan) yang kita santap. Salah kombinasi sedikit saja,
kelancaran proses pencernaan tubuh akan terganggu.
Beberapa
contoh makanan pembentuk asam misalnya protein hewani, lemak dan
minyak, produk susu, biji-bijian, kacang tanah, makanan beragi,
alkohol.
Sedangkan makanan pembentuk basa yaitu buah-buahan,
sayuran, kentang yang direbus dengan kulitnya, susu mentah, kedelai,
taoge, kacang-kacangan (kecuali kacang tanah) dan sebagainya.
“Makanan ini dikombinasikan agar pH tubuh kita selalu
netral,” ujar AndangSelain mengelompokkan asam-basa, makanan juga
dibagi menjadi 5 kelompok makanan berdasarkan kandungannya, yaitu zat
pati, protein, sayuran, kelompok netral, danbuah-buahan.
Semua
kelompok makanan ini bisa dimakan bersamaan dalam pola FC, kecuali
kelompok protein dan zat pati tidak boleh dikonsumsi bersamaan. Buah
juga dikonsumsi sendiri pada pagi hari karena mudah dicerna dan tidak
membutuhkan energi besar. “Selanjutnya, jika sudah mengkonsumsi
protein, maka sebaiknya ditemani sayuran untuk menetralkan,” papar
Andang.
Tak heran jika penganut FC masih bisa menikmati steik
atau mi ayam, dengan catatan steik dimakan tanpa kentang dan mi ayam
dimakan dengan menyisihkan daging ayamnya. “Dengan cara ini kita
lebih mudah menjalankan pola diet ala FC,” tutur Andang.
Antara
Yang Serasi dan Tidak Serasi Dalam bukunya Food Combining –
Kombinasi Makanan Serasi – Pola Makan untuk Langsing dan Sehat,
Andang merinci kombinasi makanan yang serasi sebagi berikut :
1.
Protein dan Lemak
Unsur lemak berguna melambatkan laju pencernaan
sehingga protein punya cukup waktu untuk berinteraksi dengan asam
lambung. Nah, protein sendiri sebetulnya sudah mengandung lemak,
hingga penambahan lemak lagi malah berbahaya sebab akan membuat
protein lebih lama lagi berada dalam lambung. Jadi, sarannya,
santaplah ayam, daging atau ikan secara dipanggang, dibakar, direbus
atau dikukus. Begitu juga kacang-kacangan.
2. Pati dan
Lemak
Hidrat arang pati juga mengandung protein dan lemak
sekalipun kecil saja. Jadi kombinasi pati dan lemak oke saja selama
tidak ditambahkan lemak lagi. Andang menyebutkan contoh ubi yang
dikolak merupakan makanan yang tidak serasi karena menggunakan ekstra
lemak. Tetapi ia setuju untuk menggunakan sedikit lemak demi penambah
citarasa seperti roti yang dibubuhi sedikit mentega, kentang tumbuk
yang ditambah sedikit krim atau nasi yang ditanak dengan sedikit
minyak kelapa.
3. Lemak dan Asam
Keduanya bisa kita santap
beriringan kalau lemaknya rendah saja. Asam, tulis andang dibukunya
tersebut, berguna melarutkan lemak. Sedang enzim pengurai lemak
membutuhkan pH asam. Misalnya, sedikit air jeruk dapat mengencerkan
lemak sehingga lebih mudah dicerna. Sebaliknya menambahkan asam pada
makanan berkadar lemak terlalu tinggi justru menyebabkan pH
pencernaan semakin asam hingga menghambat proses pencernaan. Andang
menyebutkan contoh pauan lemak dan asam yang baik yakni keju dengan
buah rasa asam atau kacang-kacangan yang juga baik disantap dengan
buah rasa asam.
4. Gula dan Asam
Contoh makanan dengan
kombinasi ini adalah yogurt murni dan madu alam murni, yogurt murni
dan buah manis, buah asam dan buah manis atau saus asam manis.
5.
Pati dan Pati
Sekalipun makan nasi dan bakmi menurut metode food
combinig cukup serasi, toh, Andang menulis dalam bukunya itu, agar
tidakmenyantapnya dalam jumlah banyak. Karena kemampuan tubuh
menyimpan pati terbatas. Kelebihannya akan disimpan tubuh dalam
bentuk lemak.
6. Protein Nabati dengan Protein
Nabati
Kombinasi yang sangat serasi karena satu jenis saja protein
nabati, tulis Andang, umumnya kurang lengkap. Hingga harus dilengkapi
lagi dengan protein lainnya. Misalnya, nasi merah dengan tempe, nasi
dengan perkedel kacang merah, sup dengan ankea
biji-bijian.
Berdasarkan keterangan di atas, maka roti dengan
telur dadar, nasi dengan ayam goreng, mi dengan bakso daging, ikan
bumbu acar, daging dengan kuah saus tomat, cake isi buah manis, bubur
sumsum dengan kinca gula merah, roti dan gula pasir, panekuk dengan
sirup mapel, roti dan selai buah, daging dan buah, puding setelah
makan makanan tinggi protein, dadar telur dengan keju, atau daging
dan ayam, termasuk kombinasi yang tidak serasi. Pedoman Pemula Bila
keterangan di atas sulit diikuti, Andang dalam buku yang sama
menuliskan pedoman yang paling mudah diikuti terutama bagi pemula.
Dalam sehari, tulisnya, kita bisa menyantap 1 menu protein dan
sayuran plus 1 menu buah-buahan. Menu itu bisa juga dibuat variasi
sebagai berikut : 2 menu zat pati ditambah sayuran dan 1 menu
buah-buahan, atau variasi lain seperti 2 menu buah-buahan dan 1 menu
zat pati plus sayuran atau 1 menu protein dan sayuran plus 2 menu
buah-buahan.
|
Pilihan lain adalah 2 menu zat pati
dan sayuran ditambah 1 menu protein plus sayuran. Nah, dengan
kombinasi makanan seperti ini, menurut para penganut FC, tubuh
bukan saja sehat, tetapi tubuh pun menjadi langsing sampai ke
berat tubuh yang serasi alami. Nah, siapa yang tak ingin sehat
sekaligus langsing?
sumber : info-sehat
|