06 Maret 2026

[Berita Ekonomi] Bukan Fitch dan Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang

Bukan Fitch dan Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang

BERITA TERKINI | Bukan Fitch dan Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang - Pada 06 March 2026, pasar keuangan Indonesia diramaikan dengan berita mengenai Bukan Fitch dan Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang. Berikut ulasan selengkapnya:

Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Bukan Fitch dan Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami.

Naik dari posisi di perdagangan sebelumnya, di level 6,478%.

Saat perang itu meletus, imbal hasil SBN tenor 10 tahun mengalami kenaikan 30 basis points atau setara 0,3%.

"Ketika ada gangguan perang itu yang membuat kenaikannya 30 basis points," ungkap Purbaya.

Meski ada tekanan yield, Purbaya mengatakan, pemerintah masih mampu mengelola imbal hasil surat utang melalui mengendalikan likuiditas di dalam negeri.

Kalau enggak salah 2 bps kenaikan surat utang 10 tahun," kata Purbaya di kantornya, Ibu Kota, Jumat (6/3/2026).

googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1733811845679-0'); }); Baca: Jawab Fitch, Purbaya: Mereka Pikir Mungkin Menkeu Gak Bisa Ngitung

Tekanan yang cukup besar terhadap kenaikan yield kata Purbaya justru ketika meletusnya perang Iran melalui Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dampak dari hal tersebut adalah memastikan likuiditas di pasar cukup," paparnya.

Baca: Alasan Cadev RI Turun US$2,7 M: Bayar Utang Luar Negeri & Jaga Rupiah

Kendati begitu, penting dicatat, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Nusantara (SBN) untuk tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam enam bulan. akibat Hal ini yang membuat tekanan di pasar SBN menurutnya tak tinggi sejauh ini.

"Keuangan akan manage cash-nya

Pada Jumat (27/2/2026), yield SBN 10 tahun masih berada di level 6,411%.

Hal ini terjadi seiring melalui meningkatnya aksi jual di pasar di tengah tinggi nya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Refinitiv, yield SBN tenor 10 tahun Nusantara pada penutupan perdagangan, Selasa (4/3/2026) mengalami kenaikan 1,14% di level 6,552%.

Artinya, hanya dalam dua sesi perdagangan pertama pekan ini, yield telah melonjak sekitar 14,1 bps.

Kenaikan yield ini mencerminkan harga obligasi yang turun, menandakan investor cenderung melepas kepemilikan surat utang pemerintah di tengah naiknya risiko.

(arj/mij) Add as a preferred
source on Google [Gambas:Video EWF]
var relatedVideos = JSON.parse('[{"pageUrl":"https://cnbcindonesia.com/market/20260305121715-19-716245/video-purbaya-minta-27-bank-lapor-transaksi-kartu-kredit-nasabah","embedUrl":"https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/716245?comscore=off","time":62,"title":"Video: Purbaya Minta 27 Bank Lapor Transaksi Kartu Kredit Nasabah","animatedUrl":"","imageUrl":"https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/05/purbaya-minta-27-bank-lapor-transaksi-kartu-kredit-nasabah-ke-djp-1772690980070_169.png"}]'); Next Article Pasar efek ekuitas AS dan Harga Emas Ambruk Berjamaah, Ada Apa?

(EWF Praxis/Zahwa Madjid)

Ibu Kota, EWF Praxis – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, penurunan outlook peringkat utang Nusantara oleh lembaga rating seperti Fitch dan Moody's tak signifikan menekan imbal hasil surat utang Nusantara.

Ia mengatakan, setelah dua lembaga pemeringkat kredit itu menurunkan outlook utang RI dari stabil menjadi negatif, efek terhadap tekanan imbal hasil atau yield surat berharga negara (SBN) benchmark 10 tahun hanya 2 basis points (bps) atau 0,02% poin.

"Kalau outlook aja enggak seberapa dampaknya.

Bukan Fitch & Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById("copyurl"); const notif = document.querySelector(".notif"); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove("opacity-0"); notif.classList.add("opacity-100"); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(".notif").forEach((el) => { el.classList.remove("opacity-100"); el.classList.add("opacity-0"); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener("click", () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 716842, idkanal : 17 }; var baseurl = 'https://www.cnbcindonesia.com/market/20260306193449-17-716842/bukan-fitch-moodys-purbaya-ungkap-yield-sbn-naik-gegara-perang'; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($('.EWF-share-top')) shareBox.countComment($('.count-komentar')); }, 1000 ); }); Arrijal Rachman, EWF Praxis 06 March 2026 19:55 Foto: Menteri Keuangan Purbaya dalam kegiatan media briefing di Kemenkeu.

Artinya terjadi kenaikan sekitar 7,4 basis poin (bps) hanya dalam sehari.

Posisi penutupan kemarin Selasa juga tercatat menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2025 atau dalam enam bulan.

Jika ditarik lebih jauh, tekanan juga terlihat dibanding penutupan pekan lalu.

Analisis mendalam tentang Bukan Fitch dan Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar.

📋 Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan alokasi aset.

The post Bukan Fitch dan Moodys, Purbaya Ungkap Yield SBN Naik Gegara Perang appeared first on PT. Equityworld Futures Cabang Manado.


Sumber: Artikel Asli | Telah diadaptasi untuk EWFpronews

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli/menjual aset tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

0 comments:

Posting Komentar