Jakarta, EWFpronews - Perkembangan terbaru seputar Selat Hormuz Jalur Urea Global Memanas, Pupuk Petani RI Aman? menarik perhatian investor. Tim riset EWF Praxis merangkum informasinya sebagai berikut: Equityworld Futures – Berikut informasi terkini tentang Selat Hormuz Jalur Urea Global Memanas, Pupuk Petani RI Aman? yang telah diverifikasi dan disajikan dalam format yang mudah dipahami. Dampak dari hal tersebut adalah risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan. Adapun bahan baku pupuk lainnya yang berpotensi terdampak langsung oleh eskalasi konflik di Timur Tengah adalah sulfur (S). akibat Sementara itu, pasokan kalium (K) diperoleh dari Kanada dan Laos yang berada di luar wilayah konflik Timur Tengah, Ekonom Ungkap 4 Risiko yang Bisa Guncang Ekonomi RI Faktor penyebabnya adalah sulfur juga dapat diperoleh dari negara lain seperti Kanada dan Kazakhstan. Selain itu, sebagian kebutuhan terhadap asam sulfat juga dapat dipenuhi dari sumber-sumber domestik. yang mengakibatkan Meski demikian, risiko gangguan pasokan relatif dapat dimitigasi Faktor penyebabnya adalah bahan baku utamanya berupa gas bumi dapat dipenuhi dari domestik dengan pasokan dan harga yang sudah diatur oleh Pemerintah. Dengan demikian, meskipun terjadi eskalasi konflik di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur distribusi penting urea global, kondisi tersebut tidak berdampak langsung terhadap pasokan pupuk urea nasional. "Pupuk Nusantara merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. yang mengakibatkan Khusus untuk pupuk urea, kapasitas produksi Pupuk Nusantara bahkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik. Ia melanjutkan, secara fundamental, produksi urea nasional juga terjaga, Sulfur (S) merupakan salah satu bahan baku yang digunakan untuk memproduksi asam sulfat, yang menjadi komponen pendukung dalam pembuatan pupuk NPK. Saat ini sebagian pasokan sulfur memang diperoleh dari negara-negara di Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab (UAE), Qatar, dan Kuwait. Dampak dari hal tersebut adalah ketersediaan pupuk bagi petani tetap terjaga. Selain melakukan diversifikasi sumber bahan baku, Ia menyebut, pihaknya juga memperkuat manajemen stok bahan baku dengan menjaga ketersediaan fosfat, kalium dan sulfur maupun asam sulfat yang saat ini berada pada tingkat yang mencukupi untuk mendukung produksi. "Penguatan manajemen stok bahan baku ini juga menjadi langkah antisipatif terhadap potensi kenaikan biaya logistik akibat meningkatnya harga minyak dunia," ucapnya. Di sisi lain, Ia menambahkan, pihaknya juga terus meningkatkan efisiensi energi dan optimalisasi penggunaan bahan baku, melalui program revitalisasi industri yang didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025. Program revitalisasi mencakup rencana pembangunan pabrik baru dan peremajaan 7 pabrik dalam waktu 5 tahun ke depan. akibat Dengan diversifikasi sumber bahan baku tersebut, pihaknya dapat menjaga proses produksi tetap berjalan optimal Program ini memungkinkan optimalisasi kapasitas produksi, sekaligus mendorong penggunaan bahan baku yang lebih efisien. "Fokus utama kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi melalui optimal," tutup Yehezkiel. (mkh/mkh) Add as a preferred Beberapa bahan baku pupuk memang tidak tersedia secara alami di Nusantara, seperti fosfat (P) dan kalium (K) yang menjadi komponen penting dalam produksi pupuk NPK. Baca: Trump Bujuk China Turun ke Hormuz, Minta Xi Jinping Kirim Kapal Perang Saat ini Pupuk Nusantara memperoleh pasokan fosfat (P) dari negara-negara di kawasan Afrika Utara, seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, kami memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Nusantara," kata Yehezkiel. Selain kapasitas produksi, lanjutnya, Pupuk Nusantara juga memperkuat ketahanan rantai pasok melalui diversifikasi sumber bahan baku strategis pupuk yang diimpor. Selat Hormuz Jalur Urea Global Memanas, Pupuk Petani RI Aman? Dampak dari hal tersebut adalah petani dapat terus menanam, tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk," ujarnya dikutip Selasa (17/3/2026). Ia menyebut, saat ini kapasitas produksi Pupuk Nusantara Grup mencapai 14,8 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. akibat (via REUTERS/ROYAL THAI NAVY) Ibu Kota, EWF Praxis — PT Pupuk Nusantara (Persero) turut memantau perkembangan gejolak geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Sekretaris Perusahaan Pupuk Nusantara, Yehezkiel Adiperwira mengatakan pihaknya memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga. Menurutnya, perseroan memiliki kapasitas produksi dan cadangan stok bahan baku yang memadai dan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-1733811845679-0'); }); "Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman Comment SHARE url telah tercopy const copyurl = document.getElementById("copyurl"); const notif = document.querySelector(".notif"); const copyThis = function () { navigator.clipboard.writeText(window.location.href); notif.classList.remove("opacity-0"); notif.classList.add("opacity-100"); setTimeout(() => { document.querySelectorAll(".notif").forEach((el) => { el.classList.remove("opacity-100"); el.classList.add("opacity-0"); }); }, 600); }; copyurl.addEventListener("click", () => { copyThis(); }); var article = { idnews : 719635, idkanal : 17 }; var baseurl = 'https://www.cnbcindonesia.com/market/20260317063058-17-719635/selat-hormuz-jalur-urea-global-memanas-pupuk-petani-ri-aman'; $(document).ready(function () { setTimeout( function() { shareBox.run($('.EWF-share-top')) shareBox.countComment($('.count-komentar')); }, 1000 ); }); Romys Binekasri, EWF Praxis 17 March 2026 09:50 Foto: Kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, diselimuti asap hitam di Selat Hormuz, 11 Maret 2026. Analisis mendalam tentang Selat Hormuz Jalur Urea Global Memanas, Pupuk Petani RI Aman? akan terus dilakukan untuk memberikan insight terbaik bagi investor dan pelaku pasar. Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi. Equityworld Futures tidak mengklaim kepemilikan atas konten asli. Selalu verifikasi informasi dari sumber resmi sebelum membuat keputusan alokasi aset. The post Selat Hormuz Jalur Urea Global Memanas, Pupuk Petani RI Aman? appeared first on PT. Equityworld Futures Cabang Manado. Sumber: Artikel Asli | Telah diadaptasi untuk EWFpronews *Kantor cabang resmi Equity World Futures di seluruh Indonesia Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan atau saran untuk membeli/menjual aset tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.Selat Hormuz Jalur Urea Global Memanas, Pupuk Petani RI Aman?
Artikel Terkait yang Direkomendasikan
Analisis Indeks Dolar AS (DXY) Selasa, 17 Maret (17 Mar 2026)
Analisis GBP/USD (17 Maret 2026)
(17 Mar 2026)
source on Google [Gambas:Video EWF]
var relatedVideos = JSON.parse('[{"pageUrl":"https://cnbcindonesia.com/market/20260304123545-19-715909/video-selat-hormuz-panas-emiten-prajogo–tpia–umumkan-force-majeure","embedUrl":"https://www.cnbcindonesia.com/embed/video/715909?comscore=off","time":97,"title":"Video: Selat Hormuz Panas, Emiten Prajogo (TPIA) Umumkan Force Majeure","animatedUrl":"","imageUrl":"https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/03/04/selat-hormuz-panas-emiten-prajogo-tpia-umumkan-force-majeure-1772604374388_169.png"}]'); Next Article Awas!
Sumber Artikel: Informasi dalam artikel ini diseleksi dan dianalisa oleh Tim Riset Equityworld Futures Manado berdasarkan data market global terkini, laporan media sosial, dan referensi dari portal berita internasional terpercaya.
📍 Kantor Cabang Equity World Futures
Equity World Balikpapan di Balikpapan Equity World Medan (Medan) EWF Semarang Equity World Cirebon di Cirebon Equity World Futures - Manado Kantor Cabang Equity World SSC



0 comments:
Posting Komentar