20 Juni 2013

HARGA MINYAK Tergelincir di Perdagangan Asia

 130604_harga minyak turunok.jpg
SINGAPURA--Harga minyak tergelincir di Asia pada Kamis setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengisyaratkan bank sentral AS akan mengurangi program stimulus pada akhir tahun ini, kata analis.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Juli, turun 81 sen menjadi US$97,43 per barel pada penutupan perdagangan, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Agustus turun 87 sen ke posisi US$105,25.
Menjelang pertemuan Rabu komite kebijakan Fed, pasar telah penuh dengan spekulasi tentang kapan akan melakukan pengurangan dalam program pembelian obligasi senilai 85 miliar dolar per bulan.
Sementara Fed memutuskan untuk mempertahankan program tersebut untuk saat ini, Bernanke mengatakan program tersebut akan menjadi suatu yang "tepat untuk memoderasi laju pembelian bulanan sampai akhir tahun ini" jika data ekonomi muncul sebagai perkiraan.
Ia juga mengatakan program tersebut bisa berakhir sepenuhnya pada pertengahan 2014.
"Komentar Bernanke telah menyebabkan segala sesuatu ekuitas untuk komoditas kembali sedikit melemah pada perdagangan pagi ini," kata Kelly Teoh, ahli strategi pasar pada IG Markets di Singapura, kepada AFP.
Ada juga konsensus umum bahwa pertumbuhan global melambat, dan yang juga membebani harga.
Penurunan harga minyak menghapus keuntungan minggu lalu, yang dipicu oleh kekhawatiran perang saudara di Suriah bisa meningkat dan mendorong Timur Tengah yang kaya minyak ke konflik yang lebih luas.
"Kekhawatiran tentang Suriah masih ada, tetapi pada saat orang-orang menjual dan lebih memilih untuk berpegang pada uang mereka," kata Teoh. (ra)

Source : Newswire/Antara
Editor : Rustam Agus

0 comments:

Posting Komentar