20 Juni 2013

Pengangguran di Eropa Sentuh Rekor Tertinggi

Tingkat pengangguran di Eropa sentuh rekor tertinggi.
Kanselir Jerman, Angela Merkel, baru-baru ini meminta pemuda Eropa untuk siap pindah ke negara lain mencari pekerjaan. Hal ini diungkap Merkel sebagai salah satu solusi untuk mengurangi tingkat pengangguran yang mulai mengkhawatirkan di Eropa.

Dailymail, Sabtu 14 Juni 2013, melansir saat ini tingkat pengangguran di kawasan Eropa mencapai rekor tertinggi, yaitu hampir mendekati angka 20 persen.

Dalam sebuah tabel yang ditampilkan Dailymail dan dirilis bulan lalu, menunjukkan tingkat pengangguran di kalangan anak muda Eropa menembus angka 24,4 persen. Artinya satu dari empat warga Eropa yang berusia di bawah 25 tahun merupakan pengangguran.

Di tabel tersebut, terlihat Yunani, Spanyol dan Portugal yang bertengger di posisi tiga teratas di mana kaum mudanya paling banyak menganggur. Yunani mencatat 62,5 persen kaum muda di bawah usia 25 tahun tidak memiliki pekerjaan. 

Merkel, yang resah melihat itu, memberikan contoh tingkat pengangguran yang terjadi di Jerman. Di sana anak-anak muda yang bermukim di bagian timur, terpaksa pindah ke selatan untuk bisa memperoleh pekerjaan.

"Saya berpikir hal ini tidak adil bagi kaum muda khususnya bagi mereka yang memiliki kewajiban membayar semua tagihan untuk sesuatu yang tidak mereka lakukan," ujar Merkel.

Namun Merkel beralasan, dalam situasi krisis seperti sekarang ini, warga Eropa sudah tidak punya pilihan lain. "Kami harus menghasilkan produk atau menawarkan jasa apa pun yang dapat dijual," tegas Merkel.

Dalam kesempatan itu, Merkel juga membela kebijakan yang kini tengah diterapkan untuk mengeluarkan Eropa dari krisis moneter berkepanjangan. Menurut Merkel, kebijakan itu sudah tepat.

Merkel menyebut kebijakan saat ini yang diberlakukan di Spanyol dan Yunani, bukan keputusan dari pihaknya saja. Tetapi itu sudah disetujui oleh tiga pihak yaitu Badan Internasional Moneter (IMF), Bank Sentral Eropa dan organisasi Uni Eropa.

Dia mengatakan masalah ini bukan berfokus pada penghematan tetapi bagaimana perekonomian Eropa dapat kembali tumbuh. "Kawasan Eropa dan negara-negara lain juga sedang mengalami situasi sulit. Namun Eropa harus memutuskan bagaimana dapat bertahan? Apa yang ingin kami produksi? Bagaimana kami dapat menghentikan pemborosan? Bagaimana kami dapat mengintensifkan kembali perdagangan?" ujar Merkel. (umi)

Di mata ahli ekonomi senior dari bank Perancis, Societe Generale, Anatoli Annenkov, beberapa negara Eropa terancam akan fenomena hilangnya generasi muda, akibat tidak kunjung bekerja. Bahkan fenomena pengangguran ini akan memicu tingginya sentimen negatif terhadap mata uang Euro. 

0 comments:

Posting Komentar