Surabaya

Kota Pahlawan

-

-

-

-

-

-

Jembatan SuraMadu

Suasana Jembatan SuraMadu Dimalam Hari

05 Agustus 2013

Indeks Eropa (5/8): Stoxx Europe 600 Ditutup Naik 1,8%

130729_bursa eropa014.jpg
JAKARTA—Bursa saham Eropa menguat sepanjang pekan lalu, ditandai dengan kenaikan Indeks Stoxx Europe 600.

Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,8% ke level 1,8% ke level 304,15 pada pekan lalu.

“Investor memiliki outlook yang positif terhadap bursa Eropa, seiring harapan ekonomi akan menunjukkan perbaikan pada tahun depan,” ujar Andrew Parry, Chief Executive Officer Hermes Sourcecap Ltd, seperti dikutip Bloomberg (5/8/2013).

Hal itu terjadi seiring kinerja korporasi mulai dari Anheuser-Busch InBev NV hingga Bayer AG melebihi ekspektasi analis dan European Central Bank menyatakan tetap mempertahankan tingkat suku bunga rendah.

Saham AB InBev melonjak 11%, Bayer naik 7%, Alcatel-Lucent SA naik 17%. (ltc)


Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga

Harga Emas Menguat Pagi Ini (5/8)

130625_emas-batangan-3.jpg
JAKARTA— Harga emas di bursa komoditas New York acuan Comex Gold Bloomberg menunjukkan tren penguatan menuju pukul 06.00 WIB pagi ini, Senin (5/8/2013).

Pada Minggu (4/8/2013) pukul 17.15 waktu New York atau Senin pagi (5/8/2013) pukul 04.15 WIB, harga emas untuk kontrak Desember 2013 turun US$0,02/gram ke level US$42,13/gram.

Namun, pada pukul 05.07 WIB, harga berbalik arah dan menguat US$0,03/gram ke level US$42,17/gram.

Penguatan terus terjadi hingga pukul 05.45 WIB. Harga emas tercatat naik US$0,11/gram ke level US$42,24/gram.

Jika dikonversikan ke rupiah dengan mengacu kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat (2/8/2013) sebesar Rp10.288, maka harga emas turun Rp1.131/gram ke Rp434.565/gram.

Pergerakan Harga Emas* Comex Senin, 5 Agustus 2013
Harga           Perubahan     WIB
US$42,13      -US$0,02    04.15
US$42,17      +US$0,03   05.07
US$42,24      +US$0,11   05.45
Sumber: Bloomberg 
Ket: *) Kontrak Desember 2013 (ltc)

Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga

Indeks AS: Sinyal The Fed Dorong Penguatan Bursa

130523_bursa as-2ok.jpg
JAKARTA— Bursa AS menguat, setelah data pekerja menunjukkan penambahan pekerja yang lebih sedikit dari antisipasi di Juli, memberikan sinyal The Federal Reserve akan melanjutkan pemberian stimulus. 

Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,2% ke level 1.709,67. Adapun Dow Jones Industrial Average naik 30,24 poin atau 0,2% ke rekor tertingginya 15.658,36. Sekitar 5,7 miliar saham diperdagangkan, 11% dibawah rata-rata perdagangan 3 bulan. 

“Itu bisa diperdebatkan apakah data tersebut baik atau buruk. Tetapi itu masih OK. Jumlah tersebut masih mengindikasikan The Fed akan tetap disana untuk sementara, dan itu tidak buruk,” ujar John Manley, Chief Equity Strategist Wells Fargo Funds Management, seperti dikutip Bloomberg (5/8/2013). 

Saham American International Group Inc reli 2,7%, LinkedIn Corp naik 11%, Dell Inc naik 5,6%. Sementara itu saham Chevron Corp turun 1,2%. (ltc)
Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga

Indeks MSCI: Bursa Negara Berkembang Menguat

130604_bursa asiaok.jpg
JAKARTA— Bursa negara berkembang menguat, memangkas penurunan mingguan dalam sebulan. 

Hal itu terjadi setelah laporan data tenaga kerja AS yang lebih buruk dari estimasi membuat spekulasi The Federal Reserve akan memperlambat pembelian obligasi. 

Indeks MSCI Emerging Markets naik 0,1% ke level 955,35, setelah turun 0,3% sebelumnya. 

Data tenaga kerja AS menunjukkan penambahan pekerja lebih sedikit dari yang diperkirakan dan tingkat pengangguran AS turun 7,4%, mendorong spekulasi bahwa The Federal Reserve akan tetap memberikan stimulus ekonomi. 

“Itu [data tenaga kerja] menunjukkan perbedaan yang signifikan,” ujar Bruce McCain, Chief Investment Strategist Private-Banking Unit of KeyCorp, seperti dikutip Bloomberg (5/8/2013). 

Indeks acuan Polandia Czech Republic dan Turki reli, sementara itu indeks Brazil’s Ibovespa melemah seiring penurunan saham OGX Petroleo & Gas Participacoes SA. (ltc)


Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga

02 Agustus 2013

Harga Emas Comex Terus Tertekan Hingga Ke Level US$ 42,02/gram

130625_emas-batangan-3.jpg
JAKARTA— Harga emas di bursa komoditas New York acuan Comex Gold Bloomberg terus terdepresiasi menuju pukul 06.00 WIB pagi ini. 

Pada Kamis (1/8/2013) pukul 16.37 waktu New York atau Jumat pagi (2/8/2013) pukul 03.37 WIB, harga emas untuk kontrak Desember 2013 melemah US$0,08/gram ke level US$42,13/gram. 

Pelemahan terus terjadi pada pukul 04.15 WIB. Harga emas turun US$0,06/gram ke level US$ 42,02/gram. 

Dan hingga pukul 05.13 WIB, harga masih melemah US$0,14 ke level US$42,02/gram. 

Jika dikonversikan ke rupiah dengan  mengacu kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (1/8/2013) sebesar Rp10.288, maka harga emas turun Rp1.440/gram ke Rp432.301/gram. 

Pergerakan Harga Emas* Comex Jumat, 2 Agustus 2013 
Harga           Perubahan     WIB 
US$42,13      -US$0,08    03.37 
US$42,15      -US$0,06    04.15 
US$42,02      -US$0,14   05.13 
Sumber: Bloomberg  
Ket: *) Kontrak Desember 2013 
Source : Bloomberg
Editor : Linda Teti Silitonga

Indeks MSCI Emerging Market Naik 0,7%

130619_bursa-asia.jpg
JAKARTA— Bursa negara berkembang menguat untuk pertama kalinya dalam 7 pekan seiring manufaktur China yang menguat secara tak terduga dan tingginya harga minyak mentah mendorong kinerja perusahaan.
Indeks MSCI Emerging Markets naik 0,7% ke level 954,15, setelah jatuh 2,2% dalam 6 hari perdagangan kemarin.
Indkes Shanghai Composite (SHCOMP) naik 1,8% seiring saham Jiangxi Copper Co dan China Shenhua Energy Co menguat. Bursa mencetak reli di komoditas ditengah perkiraan permintaan China untuk bahan baku cukup tinggi.
“Sudah banyak peringatan akan perlambatan ekonomi di negara berkembang, tetapi realitanya ekonomi tetap tumbuh bahkan lebih tinggi dari negara maju,” ujar Audrey Kaplan, Head of International Equities Federated Investors Inc, seperti dikutip Bloomberg.
Bursa juga menguat setelah Gubernur European Central Bank Mario Draghi mengatakan ECB tetap menjaga tingkat suku bunga rendah, sehari setelah The Federal Reserve menjaga laju stimulus. (ra)
Source : Newswire
Editor : Rustam Agus

Wall Street: Indeks S&P 500 Tembus 1.700, Dow Jones Sentuh 15.628,02

130726_bursa amrik3ok.jpg
JAKARTA— Bursa AS mencetak reli, membawa indeks Standard & Poor’s 500 ke atas level 1.700 untuk pertama kalinya.
Kenaikan itu terjadi setelah bank sentral mengatakan akan tetap menjaga stimulus dan data manufaktur global yang melebihi proyeksi.
Indeks S&P 500 naik 1,3% ke level 1,706.87 pada pukul 16.00 waktu New Yor atau pukul 03.00 WIB. Adapun Dow Jones Industrial Average naik 128,48 poin atau 0,8% dan mencetak rekor di level 15.628,02.
Bank sentral di dunia cukup akomodatif dan Anda tidak ingin melawannya. Data ekonomi juga menunjukkan kelanjutan perbaikan, bursa tenaga kerja membaik, kinerja korporasi lebih baik dari perkiraan.
"Jadi saya rasa pasar modal akan terus menguat,” ujar Phil Orlando, Chief Equity Strategist di Federated Investors, seperti dikutip Bloomberg.
10 kelompok industri di indeks S&P 500 seluruhnya menguat.
Saham MetLife Inc dan Procter & Gamble Co naik lebih dari 1,7%, DreamWorks Animation SKG Inc melonjak 8,8%. Sementara itu saham Exxon Mobil Corp turun 1,1%. (ra)
Source : Newswire
Editor : Rustam Agus

Indeks Stoxx Europe 600 Ditutup Naik 1,2%

130729_bursa eropa014.jpg
JAKARTA—Bursa saham Eropa menguat ke level tertinggi dalam 9 pekan.
Hal itu terjadi seiring saham sektor perbankan reli setelah mencetak laba yang lebih baik dari proyeksi untuk Societe Generale SA dan Lloyds Banking Group Plc, sementara data manufaktur China mendorong perusahaan tambang.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,2% ke level 303,29 pada penutupan perdagangan semalam, level tertinggi sejak 30 Mei.
Indeks telah naik 5,1% pada Juli setelah The Federal Reserve mengatakan laju pembelian obligasi akan fleksibel.
“Saya tetap melihat bursa Eropa bullish dan mereka undervalued. Secara umum, kinerja korporasi cukup baik pada kuartal ini. Data manufaktur China juga membantu pergerakan bursa,” ujar Herbert Perus, Head of Equities Raiffeisen Capital Management, seperti dikutip Bloomberg.
Saham Societe Generale naik ke level tertinggi dalam 18 bulan, Lloyds mencetak rekor sejak Oktober 2010, Rio Tinto Group dan BHP Billiton Ltd masing-masing naik lebih dari 2%. Sementara itu Sanofi turun 4,1%.  (ra)
Source : Newswire
Editor : Rustam Agus

Harga Emas Comex Turun Didorong Penguatan Dolar AS

130625_emas-batangan-1.jpg
CHICAGO-- Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange (NYMEX) sedikit menurun pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena dolar AS menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$1,8 atau 0,14%, menjadi menetap di US$1.311,2 per ounce. Dolar AS menguat didorong data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis.

Lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks manufaktur Juli melonjak menjadi 55,4 dari 50,9 pada Juni, tertinggi sejak Juni 2011 dan mengalahkan ekspektasi ekonom 52,0.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 27 Juli turun 19.000 menjadi 326.000 disesuaikan secara musiman, tingkat terendah sejak awal 2008.

Saham-saham AS yang bergerak lebih tinggi pada Kamis juga mengurangi daya tarik terhadap 'safe haven' emas.

Namun, penurunan harga emas terbatas karena Federal Reserve AS pada Rabu mengumumkan akan melanjutkan kebijakan stimulus moneternya serta Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris mempertahankan kebijakan penting dan suku bunga tidak berubah pada Kamis.

Perak untuk pengiriman September turun 0,4 sen atau 0,02% menjadi ditutup pada US$19,624 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$14,5 atau 1,01%, menjadi ditutup pada US$1.443,8 per ounce.
Source : Antara/Xinhua
Editor : Hery Lazuardi

Bursa New York, Indeks S&P 500 Pertama Kali Capai 1.706

130801_sp500.jpg
NEW YORK - Saham AS rally, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 atas 1.700 untuk pertama kalinya, setelah bank sentral berjanji untuk mempertahankan stimulus dan data pada perkiraan mengalahkan manufaktur global.
The S & P 500 (SPX) naik 1,3% menjadi 1.706.75 pada pukul 4 sore di New York.

"Bank-bank sentral di seluruh dunia tetap akomodatif dan Anda tidak ingin melawan bank sentral," Phil Orlando, kepala strategi ekuitas di Federated Investors di New York, yang mengelola US $ 380 miliar aset, Kamis (1/8/2013).
"Semua data dari sudut pandang ekonomi mengatakan bahwa perekonomian terus membaik, pasar tenaga kerja membaik, dan pendapatan perusahaan yang datang lebih baik dari yang diharapkan. Jadi pasar ini harus terus bekerja lebih tinggi. "

The Fed mengatakan kemarin bahwa inflasi masih rendah dapat menghambat perekonomian dan berjanji untuk terus membeli obligasi US$ 85 miliar setiap bulan.
Pernyataan itu muncul karena data menunjukkan ekonomi AS bertumbuh lebih dari yang diproyeksikan pada kuartal kedua.
Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan bahwa sinyal indikator ekonomi baru-baru ini bahwa wilayah euro adalah yang terburuk dan menegaskan bahwa para pejabat berencana untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk masa mendatang.
Editor : Fatkhul Maskur

01 Agustus 2013

1-8-1944: Perlawanan Sengit Rakyat Polandia Terhadap Pasukan Nazi

Perlawanan rakyat Polandia di Warsawa atas penjajah Nazi Jerman
Pada 69 tahun yang lalu, rakyat Polandia bangkit memberikan perlawanan sengit kepada pasukan Nazi Jerman, yang telah menjajah negeri mereka selama hampir lima tahun. Gerakan itu berupaya merebut kembali ibukota Polandia dari penguasaan Jerman, sehingga dikenal dengan sebutan "Perlawanan Warsawa."

Menurut stasiun berita BBC, pada 1 Agustus 1944 pukul 5 sore waktu setempat, milisi perlawanan Polandia memberikan sinyal kode "Tempest" (badai). Tak lama kemudian terdengar sejumlah ledakan dan tembakan senjata di Warsawa, pertanda dimulainya perlawanan.

Milisi perlawanan merasa tanggal itu merupakan waktu yang tepat untuk melancarkan operasi. Pasalnya, saat itu, pasukan Jerman menunjukkan gelagat bersiap mundur dari Warsawa setelah mengalami kekalahan beruntun dari Uni Soviet. Pasukan Merah memukul mundur Jerman dari negara-negara Baltik, Belorussia, dan bagian barat Polandia.

Setelah mendengar pasukan Soviet mendekati Warsawa, milisi Polandia pimpinan Jenderal Tadeusz "Bor" Komorowski merasa sudah menemukan momentum untuk mengusir Jerman. Maka, dia mengerahkan 40.000 tentara - termasuk 4.000 perempuan. Namun, milisi perlawanan hanya punya 2.500 pucuk senjata dan amunisi yang terbatas.

Sempat terkejut dengan serangan mendadak dari milisi perlawanan Polandia, militer Jerman memulai membalas pada 5 Agustus 1944. Bahkan komandan militer Jerman saat itu memerintahkan "sapu bersih," artinya warga Polandia pun patut dihabisi. Para perempuan Polandia ditangkap dan dijadikan "perisai hidup" di sekeliling tank-tank Jerman.

Perlawanan Warsawa hanya berlangsung selama 63 hari. Didukung peralatan perang yang lebih canggih dan taktik yang kejam, Jerman berhasil mengakhiri perlawanan itu pada 3 Oktober 1944.

Di pihak Polandia, sekitar 15.000 tentara tewas atau hilang, 5.000 terluka, dan 200.000 warga sipil terbunuh. Jerman hanya kehilangan 16.000 nyawa tentaranya dan 9.000 terluka

Diabaikan di Sel, Mahasiswa Ini Dapat Ganti Rugi Rp42 Miliar

Daniel Chong
Lembaga Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA), akhirnya memberi ganti rugi senilai US$4,1 juta atau Rp42 miliar kepada seorang mahasiswa Universitas California bernama Daniel Chong. Tahun lalu, dia ditahan selama lima hari di penjara tertutup milik DEA tanpa diberi makan dan minum.

Diberitakan BBC, Rabu 31 Juli 2013, akibat peristiwa itu dia mengalami berbagai penyakit seperti gagal ginjal dan hati, dehidrasi akut, kerusakan otot, halusinasi, dan tingkat natrium yang sangat tinggi. Berat badan Chong pun menyusut tujuh kilogram karena absen makan dan minum. 

Chong menduga peristiwa itu bisa terjadi karena petugas polisi lupa menjemputnya kembali di sel. Padahal petugas itu berjanji akan menjemputnya. "Ini terdengar seperti sebuah kecelakaan. Kecelakaan yang sangat menyedihkan," ujar  Chong.

Namun yang terjadi, dalam keadaan tangan terborgol di belakang, Chong dibiarkan di dalam sel selama hampir lima hari. Chong mengaku tidak tinggal diam begitu saja. Dia mencoba menarik perhatian dengan berteriak dan mendobrak pintu berkali-kali.

"Saya tidak hanya duduk diam saja di sana. Saya bahkan meletakkan tali sepatu melalui celah pintu sebagai penanda bahwa di dalam sel masih ada orang," kata Chong menceritakan kisahnya.

Sayang, tidak ada orang di luar sel yang mendengar. Chong bahkan pernah mencoba untuk menciptakan kebakaran di dalam selnya, tapi juga gagal.

Minum Urine

Untuk bertahan hidup, Chong mengaku terpaksa meminum air kencingnya sendiri. Di hari ketiga, mahasiswa yang kini berusia 25 tahun itu, mulai berhalusinasi dan berpikir dia akan mati.

Chong akhirnya ditemukan oleh sekitar enam orang petugas DEA dengan keadaan wajah tertutup dengan kotorannya sendiri. Dia langsung dilarikan ke RS San Diego. Menurut pengacara Chong, Eugene Iredale, apa yang dialami kliennya benar-benar di luar batas kemanusiaan.

Peristiwa itu disebut Iredale terjadi pada Mei 2012 kemarin, usai DEA menggerebek sebuah rumah. Agen DEA kemudian menahan sembilan orang termasuk Chong.

Chong diletakkan di penjara khusus karena tidak terbukti terlibat dalam jaringan narkoba yang dicari DEA. Iredale menyebut Chong awalnya menuntut ganti rugi US$20 juta atau Rp205 miliar, namun akhirnya setuju karena semua permintaan Chong telah dipenuhi.

"Baik pemerintah maupun Kepala DEA telah meminta maaf secara pribadi kepada Chong dan berjanji akan mengubah kebijakan tentang pemeriksaan keamanan untuk para napi di sel DEA," ujar Iredale kepada Reuters.

Sementara juru bicara DEA mengatakan pihaknya sedang menginvestigasi kasus ini namun masih menunggu persetujuan dari Departemen Kehakiman.

Jaminan Keamanan Minim, Penjarahan Minyak Marak

Pipa Pertamina yang dirusak.
Sepekan terakhir seperti menjadi ajang "pesta" minyak bagi penjarah. Tidak tanggung-tanggung, tiga pipa minyak milik PT Pertamina dibobol.

Penjarahan pertama terjadi pada pipa distribusi minyak mentah Tempino-Plaju, Sumatera Selatan, pekan lalu. Pertamina terpaksa menghentikan operasional pipa tersebut, karena semakin meningkatnya aktivitas penjarahan minyak mentah. (Baca: Mengapa Penjarahan Minyak Pertamina Marak di Sumsel?)

Aksi kedua adalah pencurian minyak di pipa penyuplai bahan bakar minyak (BBM) Pertamina dari kilang Balongan, Indramayu, menuju Depo Plumpang, Jakarta, pada 28 Juli 2013.

Namun, menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, Rabu 31 Juli 2013, aksi para pencuri tersebut dapat dicegah warga yang curiga, karena bau solar yang menyengat. Warga menemukan selang berukuran 2 inci sepanjang 150 meter dan keran untuk mengalirkan BBM.

"Pelaku mengebor pipa berisi solar dan sudah ditangkap," kata Jero Wacik, saat berkunjung ke Terminal BBM Pertamina Plumpang.

Peristiwa ketiga, kebocoran pipa dan meledak di Dusun Maribaya, Tasikmalaya, pada Selasa 30 Juli 2013. Pipa distribusi BBM Pertamina yang menghubungkan Terminal BBM Lomanis, Jawa Tengah, menuju Terminal BBM Tasikmalaya tersebut dibor oleh pencuri minyak. (Baca selengkapnya: Kronologi Ledakan Pipa Pertamina Tasikmalaya).

Akibat aksi kriminal itu, ribuan barel minyak diperkirakan menguat sia-sia. Kerugian negara ditaksir hingga ratusan miliar rupiah sejak awal tahun.

Khusus untuk penjarahan minyak mentah di Tempino-Plaju, Sumatera Selatan, rata-rata losses selama sepekan operasi komersial pipa tersebut telah mencapai 18 persen dari rata-rata penyaluran 12 ribu barel per hari.

Jika dilihat trennya, losses cenderung meningkat dari semula hanya 4,45 persen pada hari pertama hingga terakhir sempat mencapai 39,5 persen. Dalam sepekan, Pertamina telah kehilangan minyak sekitar 17.500 barel atau setara Rp17,5 miliar.

Pertamina melansir, kerugian akibat penjarahan minyak di Tempino-Plaju mencapai Rp707 miliar sejak 2010 hingga semester pertama 2013. Pertamina meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku penjarahan minyak.

"Kerugian penjarahan minyak Tempino-Plaju sepanjang 2010-2012 mencapai Rp477 miliar dan pada 2013 hingga semester pertama mencapai Rp230 miliar," kata Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan.

Selain Tempino-Plaju, Karen menyatakan berbagai insiden seperti kebocoran pipa distribusi dan meledak di Dusun Maribaya, Tasikmalaya membutuhkan waktu yang lama untuk pulih kembali. Saat ini, Pertamina sedang berusaha mendinginkan pipa BBM seusai padamnya api.

Tindakan SubversifUntuk menangani aksi penjarahan minyak itu, Kementerian ESDM sudah meminta aparat keamanan bertindak cepat. Sebagian pelaku juga telah ditangkap.

"Saya meminta Kapolri, Kapolda, Kapolres, dan warga setempat untuk mengatasi hal ini. Dan, kebakaran yang terjadi juga telah diatasi," kata dia.
Wacik menilai, pencurian minyak ini merugikan negara. Perbuatan ini masuk kategori kriminal dan berbahaya. Bahkan, penjarahan minyak yang terjadi di Sumatera Selatan, Indramayu, dan Tasikmalaya itu, disebut merupakan tindakan subversif menjelang hari raya Idul Fitri 1434 Hijriah.

"Pipa Pertamina bukan hanya diincar, tetapi sudah mulai dijarah. Tindakan kriminal ini bisa mengganggu stabilitas nasional," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Ali Mundakir, saat berbincang dengan VIVAnews, Rabu 31 Juli 2013.
Dia mengungkapkan bahwa sejak dua tahun lalu ada sekitar 100 kasus pencurian. "Namun hingga kini yang diproses baru 4 kasus."
Wacik menambahkan, pencurian ini merugikan negara, sehingga ia mendorong aparat keamanan untuk menindak tegas terhadap para pelaku. Sekitar 2.200 kiloliter premium terbakar dalam peristiwa bocornya pipa BBM Pertamina di Tasikmalaya.

Sementara itu, Karen menyatakan, Pertamina telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menindak pelaku pencurian minyak.
"Kami mengajak semua yang ada dalam negara untuk mengawasi objek vital nasional bersama Pertamina. Kami berharap sudah mulai ada tindakan tegas, baik itu oknum atau siapa pun," kata dia.
Termasuk kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam. Komisaris Utama Pertamina Sugiharto, mengatakan, Satuan Pengawasan Internal (SPI) perusahaan sedang bekerja untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan orang dalam. "Namun, sampai sekarang saya belum menemukan indikasi keterlibatan orang dalam," ujarnya.

Sementara itu, Ali juga menjelaskan, dampak penjarahan minyak ini berakibat pada turunnya lifting minyak Indonesia, dan berkurangnya penerimaan negara dari sektor migas.
Pertamina, dia melanjutkan, belum akan mengoperasikan pipa minyak itu dan akan terus menghentikan aliran minyak mentah Tempino-Plaju hingga ada jaminan keamanan dari aparat kepolisian.

"Tidak ada batas waktunya, hingga ada jaminan keamanan. Pertamina sudah capek-capek produksi minyak, tetapi digarong, hilang begitu saja," katanya.

Direktur Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Minyak dan Gas (SKK Migas) Sumatera Selatan, Setia Budi, menyatakan, ada 114 titik lokasi illegal tapping di pipa sepanjang 265 kilometer di jalur Tempino-Plaju itu.
"Dari data kami, dalam kurun Juli ini saja ada sekitar 39.600 barel minyak hilang akibat ulah illegal tapping itu," ujarnya, saat dihubungi VIVAnews.

Aktivitas penjarahan melalui illegal tapping ini, menurut Budi, kian marak tahun ini. Berdasarkan catatannya, kasus pencurian yang tercatat sepanjang 2012 ada 810 kali. Sementara itu, catatan sejak 1 Januari hingga 25 Juli 2013, kasus pencurian sudah terjadi 589 kali.

Para pelaku, Budi melanjutkan, dalam melakukan penjarahan berpindah-pindah lokasi. "Biasanya dilakukan di malam hari. Tetapi, puncaknya pencurian minyak pada Juli terjadi tanggal 22 Juli. Losses hingga 5.000 barel atau 40 persen dari kiriman per hari," jelasnya.
Hingga kini, Kepolisian Daerah (Polda) Jambi memastikan wilayahnya bebas dari aksi penjarahan minyak milik Pertamina di jalur Tempino-Plaju. "Pencurian minyak Pertamina itu di wilayah Sumatera Selatan, bukan di Jambi," kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Rabu 31 Juli 2013.
Menurutnya, Kepolisian Wilayah Sumatera Selatan yang menjalankan upaya penangkapan terhadap pelaku pencurian minyak Pertamina. "Kami mempunyai wilayah masing-masing untuk melakukan tindakan terhadap tindakan kriminal," katanya.
Kapolresta Muaro Jambi, AKBP Ayi Supardan, memastikan wilayah Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, yang dilalui pipa minyak Pertamina tidak diterima laporan penjarahan minyak. "Selama tahun 2013 ini tidak ada laporan mengenai pencurian minyak milik Pertamina di wilayah Kepolisian Muaro Jambi," ujarnya.
Menurut dia, akan diketahui ada pencurian minyak milik Pertamina di jalur Tempino-Plaju, bila ada laporan operator pipa Pertamina. Mengenai patroli atau penjagaan keamanan, dia menegaskan, telah dilakukan di seluruh wilayah Muaro Jambi. "Pengamanan wilayah seperti patroli terus dilakukan pihak kepolisian," jelasnya.
Dia mengakui, pada 2012 pernah ada dua laporan mengenai pencurian minyak Pertamina. Semuanya sudah diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. "Untuk saat ini, wilayah Muaro Jambi tidak ada aksi pencurian minyak Pertamina," ujarnya.

Momentum Pasar Terhenti, Bursa Asia Mendatar

Seorang pria melintas di papan iklan Tokyo Stock Exchange.
Indeks saham kawasan Asia bergerak mendatar pada perdagangan awal Rabu 31 Juli 2013, karena momentum pasar terhenti menanti hasil pertemuan Federal Reserve dan rilis data pertumbuhan domestik bruto Amerika Serikat.

Sedangkan mata uang dolar, seperti dikutip dari laman Reuters, bergerak stabil terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, setelah menguat 0,2 persen pada Selasa. 

"Pemain saham global tampaknya berada dalam posisi menunggu hasil pertemuan Fed, terutama mengenai waktu pelonggaran kuantitatif," kata Mitsushige Akino, menejer kepala investasi pada Ichiyoshi Asset Management di Tokyo.

Indeks patokan Asia Pasifik, MSCI di luar bursa Jepang merosot 0,1 persen. Sedangkan bursa saham Tokyo, Nikkei 225 berhasil berbalik menguat 1,5 persen dari sesi sebelumnya yang turun 1,4 persen. 

Mata uang negara itu, yen melemah terhadap dolar AS sebesar 0,1 persen di posisi 97,86. Sedangkan euro terhadap dolar AS, bergerak stabil di US$1,32670, setelah mencapai level tertinggi enam minggu terakhir US$1,33025 pada transaksi kemarin.

Di pasar komoditas, harga tembaga bergerak mantap mendekati posisi terendah tiga pekan terakhir di US$6.730 per ton setelah turun 2,1 pada perdagangan Selasa di tengah kekhawatiran menurunya permintaan konsumen utama, China.

Sedangkan harga minyak mentah Brent merosot 0,1 persen dan berada di bawah level US$106,80 per barel, memperpanjang penurunan kemarin yang sebesar 0,6 persen.

Sementara itu, pasar saham domestik kembali bergairah, indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia melanjutkan penguatan karena dibuka pagi ini naik 17,15 poin atau 0,37 persen ke level 4.625,64.

Data Ekonomi China Topang Penguatan Bursa Asia

Seorang pria melintas di depan bursa saham Tokyo.
Indeks saham di kawasan Asia sebagian besar bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan awal Kamis 1 Agustus 2013, setelah data manufaktur China yang dirilis untuk periode Juli secara tak terduga meningkat.

Bursa utama Australia S & P/ASX 200, seperti dikutip dari laman CNBC, melonjak hampir satu persen dan mendekati level tertinggi baru dalam dua bulan terakhir.

Indeks saham patokan Jepang, Nikkei 225 juga dibuka naik 80 poin. Begitu pula, dengan bursa acuan Korea Selatan, Kospi yang menguat di atas level 1.910. Sedangkan yang turun, saat mengawali perdagangan hanya Shanghai Composite Index, melemah tipis.

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia juga dibuka naik 8,58 poin atau 0,18 persen ke level 4.618,96, melanjutkan penguatan dua hari terakhir.

Sektor manufaktur China diketahui rebound untuk periode bulan Juli, yang menjadi patokan resmi bahwa aktivitas pabrik meningkat di atas ambang batas yang ditentukan untuk kegiatan ekspansi yaitu di angka 50. 

Pengamat pasar sebelumnya memprediksi hanya akan berada di angka 49,9, mengingat kinerja industri manufaktur memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Federal Reserve dalam pertemuannya Rabu waktu setempat tidak memberikan sinyal kemungkinan akan mengurangi program pembelian obligasi dalam waktu dekat. Sebelumnya, bank sentral Amerika Serikat ini berencana menyetop kebijakan moneternya itu.