18 Juli 2013

Mau Investasi? Tinggalkan Deposito dan Tabungan

 http://images.detik.com/content/2013/07/18/479/134556_dolar1.jpg
Jakarta - Sudah saatnya masyarakat Indonesia mengubah pola pikir soal investasi. Tinggalkan tabungan dan deposito yang memiliki imbal hasil kecil. Untuk investasi, masyarakat bisa mencoba reksadana saham yang memiliki imbal hasil rata-rata 20% per tahun.

Direktur Investasi PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Alvin Pattisahusiwa mengatakan, dengan menyisihkan minimal hanya 10% dari penghasilan, investor bisa memulai investasi di reksadana saham.

"Bagaimana mulai berpikir menghadapi inflasi ke depan. Tabungan dan deposito pastinya tergerus inflasi. Sebaliknya reksadana saham justru imbal hasilnya di atas inflasi," ujarnya.

Alvin menjelaskan, sebagai gambaran misalkan seseorang memiliki uang sebesar Rp 15 juta kemudian uang tersebut disimpan di tabungan dengan jangka waktu 5 tahun. Dengan rata-rata bunga tabungan yang hanya 1% per tahun, maka jumlah uang tersebut hanya bisa bertambah 2,2 juta.

Sementara untuk deposito yang imbal hasilnya rata-rata 6% per tahun, dengan menempatkan uang sebesar Rp 15 juta, seseorang sudah bisa menghasilkan tambahan pendapatan sebesar Rp 14 juta selama 5 tahun ke depan.

Namun, perolehan imbal hasil tersebut akan jauh lebih besar apabila seseorang menempatkan dananya misalkan sebesar Rp 15 juta pada instrumen reksadana saham. Dengan imbal hasil rata-rata mencapai 20% per tahun, seseorang bisa mendapatkan tambahan keuntungan sebesar Rp 61 juta.

"Masyarakat perlu edukasi dalam mengenal pasar modal untuk investasi jangka panjang. Investor dapat return lebih tinggi. Caranya cukup mudah dengan cara investasi pasif, beli dan tiap tahun masukin lagi kemudian diamkan," terangnya.

"Masyarakat perlu edukasi dalam mengenal pasar modal untuk investasi jangka panjang. Investor dapat return lebih tinggi. Caranya cukup mudah dengan cara investasi pasif, beli dan tiap tahun masukin lagi kemudian diamkan," terangnya.

0 comments:

Posting Komentar