Bursa Asia memperpanjang penurunan setelah pernyataan The Fed.

Saham-saham Asia mengalami penurunan tajam lagi pada perdagangan Jumat
21 Juni 2013. Hal ini dipengaruhi oleh aksi jual aset berisiko kemarin,
setelah Federal Reserve mengeluarkan pernyataan tentang kebijakannya
dalam penarikan stimulus. Selain itu, pasar keuangan China juga
menghadapi masalah krisis.
Seperti diberitakan
cnbc.com,
indeks Nikkei Jepang dibuka di bawah level 13.000, memperpanjang
kerugian 1,7 persen yang tajam pada kamis. Indeks acuan Australia anjlok
lebih dari 1 persen. Sedangkan Kospi yang merupakan indeks patokan
bursa Korea Selatan merosot ke level terendah untuk kurun setahun
terakhir.
Aksi Jual GlobalPernyataan Ben
Bernanke selalu Ketua Federal Reserve pada Rabu kemarin bahwa bank
sentral AS akan kembali melakukan pembelian aset akhir tahun ini telah
menimbulkan kegelisahan para investor global.
Sementara itu,
lonjakan suku bunga di pasar uang China menambah suasana suram setelah
bank sentral China menahan diri untuk memompa uang tunai ke pasar untuk
mengurangi tekanan kredit.
Kekhawatiran ketatnya likuiditas
global memicu aksi jual saham di seluruh dunia. Indeks Dow Jone
Industrial Average jatuh lebih dari 350 poin dan imbal hasil obligasi
pemerintah AS untk tenor 10 tahun naik ke tingkat tertinggi sejak 2011.
Di
Eropa, saham mengalami hari terburuk dalam dua tahun terakhir. Pasar
komoditas terpukul dengan harga emas jatuh lebih dari 5 persen, harga
perak turun 8 persen, dan harga minyak mentah Brent merosot US$4 per
barel.
Indeks Jepang Anjlok 2,3 persenAksi
jual yang terjadi dalam dua hari ini terjadi pada saat saham-saham
Jepang baru mulai mengkonsolidasikan diri dari kerugian besar yang
tercatat 7 persen pada 23 Mei lalu. Namun, para trader mengatakan bahwa
dengan perdagangan dolar-yen diatas level 97, kerugian berat dapat
diatasi.
Mata uang jepang kini mencapai 97,3 per dolar menjelang
pidato Gubernur Bank Sentral Jepang (BOJ) Haruhiko Kuroda pada
konferensi bank di Tokyo pada Jumat ini.
Saham properti merosot
paling banyak. Mitsui Fudosan jatuh 6 persen, sumitomo Mitsui Realty
& Development turun 5,6 persen dan Mitsubishi Estate kehilangan 4,7
persen.
Perusahaan dagang Itochu dan Mitsui & Co kehilangan 2
persen setelah mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan dana
gabungan US$1,5 miliar ke Jimblebar yang merupakan hub BHP BIlliton
untuk tambang bijih besi di Australia.
Australia Merosot 1,2 PersenPenurunan
harga komoditas di China menambah tekanan pada saham tambang yang
menjadi sumber daya utama indeks acuan Australia, S&P ASX 200. Harga
tembaga, alumunium, dan nikel jatuh setelah data pada hari Rabu kemarin
mengungkapkan melambatnya aktifitas pabrik di China.
Saham Atlas Iron turun hampir 3 persen pada pembukaan dan Fortescue Metals Power turun 2,5 persen.
Kospi Jatuh 2 PersenIndeks
Seoul diperdagangkan pada tingkat terendah sejal Juli 2012, setelah
sehari sebelumnya mencapai level terendah baru untuk 2013. Penurunan
terbesar dialami saham bahan kimia dan broker.
Lotte Chemical
turun 5 persen, sementara LG Chemical dan Hawha Chemical masing-masing 4
persen. Sedangkan perusahaan broker Woori Finance dan Hana Financial
jatuh 2 persen.
Saham teknologi juga memperpanjang kerugian
dengan LG Display dan SK hynix kehilangan 3 persen lagi setelag sehari
sebelumnya tergelincir 3 persen. Sedangkan saham Samsung Electronics
turun 2,5 persen.