22 Juli 2013

Jakarta Dingin dan Berkabut, Ini Penjelasan BMKG

Awan hitam menyelimut Jakarta
Saat ini Jakarta tengah mengalami anomali cuaca. Udara di Ibu Kota menjadi dingin dan berkabut. Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko, mengatakan udara dingin di Jakarta masih tahap wajar.

Menurutnya suhu udara di Jakarta masih berkisar antara 22-24 derajat celcius dan masih dikategorikan wajar. Dia mengatakan, kondisi ini bukan kali pertama. Bahkan pada musim kemarau pun biasanya lebih dingin.

"Itu karena sering turun hujan saja. Kemarau pun pasti dingin, itu wajar saja. Bahkan kalau kemarau malamnya bisa lebih dingin. Itu normal saja," kata Hary kepada VIVAnews.

Kepala BMKG Sri Woro B Harijono mengungkapkan, ada beberapa faktor yang membuat udara di Jakarta menjadi dingin.

Salah satunya karena di antara Sumatera Selatan dan Pulau Jawa atau di daerah Lampung, terjadi putaran yang dinamakan Eddy. Putaran ini bertekanan rendah. Putaran Eddy atau Eddy's Storm mampu mengumpulkan masa uap air di sekitarnya.

"Kemudian itu (masa uap air) dikumpulkan. Naik menguap ke atas secara vertikal lalu buat awan jadi hujan," kata Sri Woro.

Sri Woro menuturkan, selain di daerah perairan Sumatera Selatan, pusat tekanan rendah juga terjadi di perairan bagian Kalimantan. Selain udara dingin, badai Eddy mengakibatkan beberapa perairan berbahaya untuk dilalui oleh alat transportasi laut. "Salah satunya di daerah perairan Selatan Jawa, itu sekarang lagi berbahaya," katanya.

0 comments:

Posting Komentar