04 Juli 2013

Suku Bunga Eropa dan Krisis Mesir Jadi Acuan Investor Saham

Seorang pria melintas di depan layar elektronik yang menunjukkan pergerakan harga saham di BEI.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini, Jumat 5 Juli 2013, diperkirakan melanjutkan rebound atau pembalikan arah ke level positif. Sentimen eksternal, terutama dari zona Eropa disinyalir menjadi faktor utama ramainya aksi beli saham.


Edwin Sebayang, analis PT MNC Securities, berpendapat, di tengah liburnya Wall Street untuk memperingati Independence Day, berita menggembirakan untuk IHSG hari ini datang dari bursa utama Eropa yang semalam membukukan kenaikan besar dalam satu hari perdagangan selama 10 pekan terakhir. 

"Tercatat, FTSE-London menguat 191,80 poin atau 3,08 persen, CAC-Paris naik 107,3 poin (2,9 persen), dan DAX-Frankfurt terangkat 164,99 poin atau 2,11 persen," kata dia kepada VIVAnews.

Kondisi itu, menurut dia, didorong pernyataan dua bank sentral di Eropa, Bank of England dan European Central Bank (ECB). Keduanya untuk pertama kali memberikan sinyal bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga rendah.

"Bahkan, ECB jelas-jelas mengatakan berpeluang menurunkan suku bunga acuan mereka ke depannya," jelas Edwin.

Selain itu, Edwin melanjutkan, ada perkembangan positif dari ancaman krisis politik di Portugal. Perdana Menteri Portugal, Pedro Passos Coelho, mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan jatuh, meski dua menteri mereka mengundurkan diri.

"Bursa Portugal juga ditutup naik tajam hingga 3,7 persen," ungkapnya.

Dia menambahkan, perkembangan positif dari bursa Mesir yang menguat sebesar 7,3 persen, setelah terjadi kudeta oleh pihak militer, langsung direspons positif oleh Wall Street, merujuk Dow Future yang naik tajam 184 poin.

Sementara itu, Robin Setiawan, pengamat saham dari PT Valbury Asia Securities memperkirakan, untuk jangka pendek, IHSG masih mengacu pergerakan indeks regional yang mencermati perkembangan perekonomian global.

"Pasar saham Indonesia akan ikut sentimen eksternal," ujarnya di tempat terpisah. (art)

0 comments:

Posting Komentar