04 Juli 2013

Uji Nyali, Melenggang di Jembatan Akar Kuno


Selama ratusan tahun, warga dua desa kecil di Sumatera Barat menggunakan alat penghubung yang sangat unik, jembatan dari akar kayu. Jembatan alami sepanjang 30 meter ini terbentuk dari jalinan akar dari dua pohon yang terletak di masing-masing sisi sungai.

Jembatan akar di ketinggian 10 meter dari permukaan sungai menjadi salah satu daya tarik wisata yang paling populer. Penduduk setempat mengatakan, jembatan akar pohon dibangun pada 1890 oleh Pakih Sohan, seorang guru agama Islam di Lubuak Silau.

Sohan kecewa karena siswa dari daerah Pulut tak bisa menghadiri kelas agama Islam dan tilawah, karena Sungai Batang Bayan yang memisahkan dua desa. Dia lalu menanam dua pohon Jawi-jawi sejenis beringin berdaun lebar dan merakit akarnya melalui batang-batang bambu agar saling berpilin.

Dalam beberapa tahun, jembatan akar mulai terbentuk. Namun, butuh 26 tahun agar jembatan sanggup menahan beban berat di atasnya.

Seiring waktu, jalinan akar semakin kukuh dan mampu menahan beban puluhan orang sekaligus. Agar lebih stabil dan lebih aman saat hujan, penduduk menambahkan papan kayu dan kawat baja.

Kini, fungsi jembatan sebagai penghubung dan jalur perdagangan digantikan jembatan suspensi. Namun, jembatan akar tetap menjadi keajaiban alam yang mempesona setiap pengunjungnya. Wisatawan domestik dan asing kerap mendatangi daerah ini dengan tujuan merasakan melenggang di atas kelindan akar. (art)
 

0 comments:

Posting Komentar