10 September 2013

Besok, Telkomsel Mulai Uji 4G LTE di Bali

Instalasi BTS [foto ilustrasi]
Ponsel pintar atau smartphone tumbuh 170 persen dalam dua tahun terakhir di Indonesia. Begitu pun trafik data (Internet) yang meledak hingga rata-rata 100 persen, bahkan 300 persen di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Kondisi ini mendesak para operator untuk terus melakukan modernisasi jaringan dan infrastuktur supaya layanan tetap berjalan baik. Teknologi Long Term Evolution (LTE) yang sudah diimplementasikan di 213 operator di 81 negara dinilai menjadi solusi akses data saat ini.

Sebab, selain memiliki kecepatan hingga empat kali lipat kecepatan akses 3G, di sisi pembangunan pun akan menghemat kocek operator, lebih efisien bila dihitung per Byte-nya.

Telkomsel sendiri siap menggelar live trial LTE di Bali mulai 11 September 2013 sampai dengan Desember 2013. Sehingga diharapkan pada saat KTT APEC di Bali, yang dihelat 1-8 Oktober 2013, para tamu negara dan masyarakat bisa mencicipi teknologi seluler teranyar ini.

Uji coba LTE itu dilakukan di pita 1.800 MHz selebar 5 MHz karena ekosistem LTE di pita tersebut pada tataran global memang sudah terbentuk.

Dalam KTT APEC nanti, setidaknya sudah ada empat negara Asia Pasifik yang telah bersepakat dengan Telkomsel dalam perjanjian international roaming LTE, sehingga diharapkan anggota delegasi bisa tetap menikmati komunikasi data.

"Telkomsel menyiapkan 39 unit BTS LTE (e Node-B) dan 5.000 USIM (Simcard LTE) untuk delegasi, tamu, dan peserta KTT yang lain yang ingin menikmati layanan Internet berkecepatan tinggi," tutur Direktur Network Telkomsel Abdus Somad Arief, di Jakarta, 10 September 2013.

"Bila proyek LTE di APEC berhasil, kami berharap regulator mempercepat implementasinya di Indonesia," tandasnya.

Menurut Abdus Somad, usaha yang dilakukan Telkomsel untuk KTT tersebut terbilang cukup besar, karena selain mengosongkan 5 MHz untuk LTE, frekuensi di sekitarnya juga harus diamankan agar tidak mengalami interferensi atau gangguan jaringan.

Dia menjelaskan, dalam satu BTS LTE di KTT APEC tersebut, bisa melayani sekitar 300 pelanggan atau 30 Mbps akses data. Selain pelanggan high profile di LTE, operator tetap melayani pelanggan 2G dan 3G. Untuk kepentingan KTT APEC ini, coverage, capacity dan capability jaringan ditingkatkan beberapa kali lipat.

Tidak kurang dari 175 BTS 2G dan 3G yang baru telah dibangun untuk melayani KTT APEC  dan 320 BTS di-upgrade serta dioptimasi. (eh)

0 comments:

Posting Komentar