21 Mei 2013

Inilah Daftar Perilaku Buruk Balita yang Harus Dihentikan

Balita dikenal dengan tingkahnya yang pintar, lucu dan menggemaskan. Namun, balita juga memiliki sikap yang tidak baik dalam keadaan tertentu. Nah, perilaku seperti ini tidak boleh dibiarkan karena akan menjadi kebiasaan di kemudian hari.

Beberapa tingkah buruk balita memang sudah tidak asing untuk orang tua. Seperti dikutip dari Boldsky, Senin (20/5/2013) ini dia beberapa perilaku buruk yang tak hanya membuat malu orang tua tetapi juga berbahaya bagi masa depan anak itu sendiri:

1. Berteriak

Banyak balita yang berteriak untuk mendapatkan perhatian dari orang tua mereka. Tetapi, hentikan perilaku itu dan katakan pada si kecil bahwa ia akan didengarkan jika tidak berteriak-teriak. Saat ini, mereka mungkin hanya berteriak pada orang tua, tetapi nanti bisa jadi anak berteriak pada orang lain atau bahkan pada guru mereka.

2. Menangis Ketika Menginginkan Sesuatu

Ketika balita Anda mengantuk, lapar, atau menginginkan mainan baru seringkali mereka mengungkapkannya dengan menangis. Jika hal itu terjadi di tempat umum pastikan anak tidak mendapatkan apa yang ia inginkan sebab jika tidak demikian, anak akan terus menangis untuk mendapatkan keuntungan dan mendapatkan apa yang ia inginkan.

3. Memukul

Anak balita sudah cukup besar untuk mengerti bahwa memukul seseorang adalah perilaku yang buruk dalam norma sosial. Nah, untuk itu setiap kali balita Anda memukul Anda atau orang lain ingatkan dia. Jika tak berhasil, berikan balita Anda hukuman kecil untuk mengingatkannya kembali.

4. Berkata Kasar atau Bersumpah

Anak balita dapat mencontoh kata-kata dengan sangat cepat baik dari temannya atau dari televisi. Namun jangan pernah menertawakan perilaku buruk tersebut. Ketika Anda tertawa saat mendengar ucapannya, anak akan merasa itu adalah sebuah dorongan yang baik dan mulai menggunakannya terus-menerus. Tegur anak ketika mereka menggunakan kata-kata yang tidak baik atau bila ia bersumpah karena mereka belum memahami arti dari kata tersebut.

5. Perilaku yang Merusak

Ketika asyik bermain, anak terkadang menganggap merusak mainan adalah hal wajar. Tetapi, jika anak Anda terbiasa menghancurkan mainannya hanya untuk bersenang-senang, tegur dia. Ajarkan anak untuk membangun dan menciptakan sesuatu dan bukan merusak atau menghancurkan.

0 comments:

Posting Komentar