16 Juni 2013

Pasar Asia Ikuti Penurunan Saham Wall Street


Bursa saham di Tokyo.
Pasar Asia hari ini, Senin 17 Juni 2013, diperkirakan melemah mengikuti saham-saham Wall Street. Kemungkinan investor dilanda kegugupan dalam perdagangan menjelang pertemuan pejabat The Fed atau bank sentral Amerika Serikat yang diadakan minggu ini terkait pembahasan rencana menghentikan kebijakan moneter yang menjadi stimulus perekonomian di negara Paman Sam itu.

Seperti diberitakan cnbc.com, Fluktuasi Nikkei diatur untuk lebih panjang hingga pekan depan dengan saham berjangka yang lebih rendah untuk pembukaan indeks patokan bursa saham Jepang.

Nikkei berjangka di Chicago diperdagangkan pada level 15.250. Sedikit menguat dari penutupan sebelumnya di Osaka 12.500. Indeks acuan Jepang ini terakhir naik 2 persen pada Jumat pekan lalu pada level 12.686 setelah seminggu berfluktuasi dan indeks jatuh lebih dari 6 persen.

Yen diperdagangkan di sekitar 94,34 per dolar AS pada awal perdagangan Asia, hampir mendekati harga tertinggi dalam kurun dua bulan karena investor mempertanyakan komitmen bank sentral Jepang (Bank of Japan) untuk pemulihan ekonomi. Hal ini dapat semakin membebani Nikkei pada awal perdagangan.

Saham Australia juga cenderung akan bergerak lebih rendah. Saham lokal yang diperdagangkan di indeks berjangka harganya didiskon 32 poin, mendasari penutupan S&P ASX 200 di level 4.791 sebelumnya.

Pertemuan dua hari pemimpin kelompok G-8 di Irlandia Utara dimulai pada Senin ini. Peran bank sentral, kebijakan moneter yang longgar, dan pelemahan mata uang, diharapkan menjadi topik pembahasan utama pada pertemuan puncak. Kebijakan The Fed akan mendapat pengawasan ketat dari pelaku pasar. Terutama menyangkut rencana bank sentral AS ini untuk menarik kembali beberapa stimulus moneternya. Spekulasi mengenai kemungkinan 'buruk' telah mengguncang pasar dalam beberapa pekan terakhir, di antaranya mengakibatkan indeks Dow Jones Industrial Average jatuh lebih dari 100 poin pada Jumat pekan lalu.

"Hasil yang paling mungkin adalah The Fed akan menegaskan bahwa pengangguran tetap bertahan tinggi, beberapa indikator kunci terus berfluktuasi dan ekonomi AS masih belum sepenuhnya pulih. Harus melihat semua ini bahwa The Fed mempertahankan program stimulus US$85 miliar dengan kecemasan ditinjau kembali dalam tiga sampai empat bulan," ujar Evan Lucas, ahli strategi pasar dari IG. (eh)

0 comments:

Posting Komentar