20 Juni 2013

ANALISIS INVESTASI: Pasar Saham Tertekan, Harga Emas Kian Memudar

130619_bei-bursa-saham-indeks-2.jpg
Kondisi pasar global, termasuk bursa Asia dan Indonesia, tertekan setelah adanya pernyataan The Federal Reserve yang akan memangkas laju pemberian stimulus dan akan menghentikan pembelian obligasi AS pada pertengahan tahun depan jika ekonomi AS membaik secara berkesinambungan. Selain pasar saham, harga emas juga makin melemah.
Dalam kondisi seperti ini, memang sebaiknya dimanfaatkan investor untuk masuk ke instrumen investasi yang memiliki fundamen kuat, dengan harga yang tak terlalu tinggi.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menilai tekanan yang terjadi tidak akan terlalu lama, karena akan terjadi window dressing pada akhir bulan ini yang bisa menarik kembali indeks harga saham gabungan (IHSG).
Selain itu, pada Juli, pasar saham diprediksi mulai stabil karena sudah ada discount quantitative easing.
“Lebih baik beli secara perlahan saham berfundamental kuat karena harga sudah murah sekali. Dan diperpanjang saha time frame holding period-nya,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (21/6/2013).
Sementara itu, Analis Multilateral/Commodity Desk PT Millenium Penata Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan penurunan harga emas beberapa waktu terakhir merupakan momen yang tepat untuk kembali membeli terutama untuk emas fisik. Dia memprediksi tekanan harga emas masih akan berlanjut hingga Juli 2013.
“Kalau emas fisik bisa beli, tetapi kalau SPOT emas pantau terus perkembangannya, karena bisa  jadi naiknya juga akan tajam tiba-tiba,” paparnya.

Sebelum menentukan instrumen investasi Anda, berikut ringkasan kondisi terkini dari pasar modal, emas, dan valas dari berbagai sumber yang dihimpun redaksi Bisnis.com sebagai bahan pertimbangan:

BURSA INDONESIA
Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka anjlok 1,72% ke level 4.550,24 pada perdagangan hari ini, Jumat (21/6/2013). Pelemahan tersebut terjadi seiring pergerakan bursa global, termasuk Asia yang juga tertekan. Pada pukul 09:21 WIB, indeks terus melemah ke 4.520,36.

BURSA ASIA
Bursa saham Asia melemah dengan indeks acuan regional jatuh ke level terendah dalam 2 hari sejak Agustus 2011. Hal itu terjadi di tengah kekhawatiran The Federal Reserve yang akan mengurangi stimulus dan perlambatan ekonomi di China seiring krisis kredit yang memburuk. Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,3% ke level 125,98 pada pukul 09:37 waktu Tokyo atau pukul 07:37 WIB, dengan 10 kelompok industri melemah seluruhnya.

BURSA AS
Saham-saham di AS berjatuhan, membawa indeks Standard & Poor’s 500 ke pelemahan terbesarnya sejak November 2011. Hal itu terjadi seiring bursa global berjatuhan setelah Federal Reserve menyatakan akan menghentikan stimulus dan krisis kredit di China memburuk.
Indeks S&P 500 turun 2,5% ke level 1.588,19 di New York. Indeks acuan turun 3,9% lebih dari 2 hari. Adapun Dow Jones Industrial Average melemah 353,87 poin atau 2,3% ke level 14.758,32. Indeks turun terdalam sejak November.

BURSA EROPA
Bursa Eropa jatuh terdalam lebih dari 18 bulan setelah Kepala Federal Reserve Ben S. Bernanke menyatakan bank sentral akan mengakhiri pembelian obligasi tahun depan jika penguatan ekonomi sejalan dengan proyeksi. Indeks Stoxx Europe 600 jatuh 3% ke level 283,68 pada penutupan perdagangan semalam, penurunan terbesar sejak 21 November 2011.

HARGA EMAS
-EMAS COMEX
Harga emas di bursa komoditas New York acuan Comex Gold Bloomberg terus pada perdagangan pagi ini, Jumat (21/6/2013).
Pada Kamis (20/6/2013) pukul 17:01 waktu New York atau Jumat pagi (21/6/2013) pukul 04:01 WIB, harga emas untuk kontrak Agustus 2013 terjun bebas US$2,89/gram ke level US$41,28/gram. Harga emas terus tertekan hingga pukul 08:34 WIB, harga terus anjlok US$0,55/gram ke US$40,81/gram.

-EMAS ANTAM
Harga emas batangan ritel di Tanah Air dipatok turun tajam Rp7.000/gram pada perdagangan Jumat (21/6/2013) berdasarkan acuan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Daftar harga emas BUMN tambang tersebut pukul 08:15 WIB menyebutkan harga jual emas batangan untuk Jakarta dipatok Rp461.600-Rp501.000. Adapun harga buyback (beli kembali), anjlok Rp22.000 pada harga Rp406.000/gram, dari sebelumnya Rp428.000.

NILAI TUKAR
Nilai tukar rupiah menguat berasarkan indeks valas di situs www.bloomberg.com pada pagi ini, Jumat (21/6/2013). Pukul 08:17 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 0,49% ke Rp9.933.  Penguatan rupiah terjadi di tengah penguatan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Asia-Pasifik, kecuali terhadap dolar Australia, dolar Selandia Baru, dan yen.

Editor : Nurbaiti

0 comments:

Posting Komentar